Ledakan Investasi Defense Tech: Ketika Medan Perang Modern Memaksa Modal Ventura Berpaling ke Teknologi Militer
Sektor pertahanan dan industri modal ventura (venture capital/VC) dahulu berada di dua kutub yang berseberangan. Namun hari ini, garis batas tersebut runtuh total. Lanskap geopolitik yang kian memanas telah memicu urgensi baru, mendorong investasi pada teknologi militer (defense tech) ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan pasar menunjukkan bahwa aktivitas pendanaan VC di sektor defense tech berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Di tengah gelombang ini, lahir para pemain baru yang mendedikasikan seluruh modalnya demi menyokong inovasi di garis depan pertempuran.
Salah satu pionir yang paling menyita perhatian global adalah Protego Ventures. Firma modal ventura berusia dua tahun ini baru saja menuntaskan penggalangan dana perdana (debut fund) mereka dengan komitmen modal mencapai USD 125 juta (sekitar Rp1,9 triliun). Angka ini menasbihkan Protego sebagai VC khusus teknologi pertahanan pertama dan terbesar di Israel. Menariknya, firma ini dinakhodai oleh duet srikandi tangguh, Lital Leshem dan Lee Moser, sebuah anomali di industri pertahanan yang selama ini didominasi oleh figur maskulin.
Strategi Investasi Agresif dan Efek “Fund Maker”
Dengan amunisi dana segar tersebut, Protego siap menyuntikkan modal berkisar antara USD 5 juta hingga USD 50 juta per perusahaan. Fokus mereka sangat spesifik: mendanai perusahaan rintisan (startup) yang mampu menjawab kebutuhan pertahanan dan keamanan kritis, baik untuk kebutuhan domestik Israel maupun komunitas global.
Langkah taktis Protego langsung membuahkan hasil manis lewat portofolio perdana mereka, XTEND. Produsen drone taktis ini baru saja resmi melantai di Bursa Efek New York (NYSE). Keberhasilan XTEND meluncur ke publik menjadi alasan kuat mengapa Protego memilih menghentikan penggalangan dana di angka USD 125 juta, sedikit di bawah target awal mereka sebesar USD 150 juta.
Dalam kalkulasi modal ventura, dana kelolaan yang lebih ramping justru akan melipatgandakan dampak imbal hasil (return) ketika satu investasi berhasil mencetak sukses besar. XTEND kini dipandang sebagai potensi “fund maker”—sebuah investasi tunggal yang nilainya mampu mengembalikan seluruh total modal dana kelolaan. Lital Leshem menegaskan strategi ini dengan lugas: ketika potensi keuntungan begitu masif, tidak ada satu pun investor yang ingin membagi kue keuntungan tersebut dengan terlalu banyak pihak.
Sokongan Raksasa Finansial Global dan Validasi Militer
Di balik layar, kekuatan finansial Protego disokong oleh Ares Management, salah satu raksasa investasi global. Ares merupakan salah satu investor utama (limited partner) yang menyuntikkan dana awal sebesar USD 30 million. Kemitraan ini lahir pasca-serangan 7 Oktober 2023, didorong oleh keyakinan kuat bahwa adopsi teknologi mutakhir adalah kunci utama untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan dalam menghadapi doktrin perang baru.
Selain XTEND, portofolio Protego yang juga tengah naik daun adalah ASIO. Startup ini fokus mengembangkan sistem kesadaran situasional (situational awareness) berbasis kecerdasan buatan, dan telah menjalin kemitraan strategis dengan raksasa teknologi pertahanan AS, Anduril.
Respons dari kalangan militer pun sangat positif. Para petinggi militer dan intelijen secara aktif—bahkan sering kali di bawah radar—menghampiri Protego untuk berdiskusi, belajar, berlatih, dan mengadopsi inovasi teknologi yang mereka bawa ke ekosistem pertahanan.
Kombinasi Pengalaman Tempur dan Reputasi Finansial
Keunggulan kompetitif Protego terletak pada rekam jejak kedua pendirinya. Lee Moser adalah pemodal ventura kawakan yang juga menjabat sebagai Managing Partner di AnD Ventures. Sementara Lital Leshem membawa kombinasi langka antara dunia bisnis dan militer. Leshem adalah co-founder startup yang sukses diakuisisi senilai USD 625 juta pada tahun 2025, sekaligus veteran dengan pengalaman selama 11 tahun di dunia militer dan intelijen.
Pengalaman personal Leshem bahkan membentuk cara pandang Protego terhadap medan perang modern. Saat serangan pecah, Leshem yang tengah hamil tua tetap bertugas sebagai tentara cadangan di garis depan hingga menjelang persalinan. Pengalaman langsung menyaksikan bagaimana teknologi mengubah taktik pertempuran secara radikal di era modern menjadi bahan bakar utama di balik tesis investasi Protego.
Persaingan Sengit dan Rencana Ekspansi Global
Ruang bermain Protego dipastikan tidak akan sepi peminat. Pemerintah Israel sendiri mulai menyadari pergeseran paradigma ini dengan memberikan jaminan negara senilai USD 33 juta kepada firma modal ventura lain seperti Adir Capital dan Sling Capital untuk berinvestasi pada teknologi militer dan teknologi ganda (dual-use).
Kendati persaingan domestik mengetat, Protego sudah menatap langkah berikutnya. Mereka tengah mempersiapkan dana kelolaan kedua (second fund) yang ditargetkan rampung pada kuartal pertama tahun 2027. Didukung oleh investor institusional lokal dan komitmen besar dari investor Amerika Serikat, dana kedua ini akan memiliki cakupan yang lebih luas, menyasar perusahaan defense tech fase pertumbuhan awal (early-growth) di pasar Amerika Serikat. Ini menjadi sinyal kuat bahwa digitalisasi medan perang bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan poros baru industri teknologi global yang menjanjikan valuasi raksasa.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post