Dorong Pola Hidup Bersih di Lingkungan Pondok, Dinkes Kota Batu Gulirkan Program Pesantren Sehat
KOTA BATU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di lingkungan pendidikan keagamaan. Melalui inovasi Program Pesantren Sehat, Dinkes Kota Batu menyasar ratusan santri guna mendongkrak kesadaran akan pentingnya menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta deteksi dini penyakit sejak dari dalam pondok.
Salah satu lokasi pelaksanaannya menyasar Pondok Pesantren Ar Ridwan yang berlokasi di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Sebanyak 35 santri mengikuti serangkaian agenda yang meliputi edukasi kesehatan interaktif hingga pemeriksaan medis secara menyeluruh yang dipimpin langsung oleh dr. Icang.
Upaya Preventif dan Deteksi Dini Kesehatan Santri
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu, Hasanatul Mardiyah Hisyam, atau yang akrab disapa Diedin, menjelaskan bahwa program ini dirancang secara terpadu untuk memberikan pemahaman holistik terkait kesehatan fisik dan lingkungan pesantren.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan pesantren. Tidak hanya teori, para santri juga mendapatkan pemeriksaan fisik langsung agar masalah kesehatan bisa terdeteksi dan ditangani sejak dini,” ujar Diedin.
Diedin menambahkan, keberhasilan Program Pesantren Sehat tak lepas dari sinergi lintas sektor. Pelaksanaannya mengusung konsep kolaborasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur penting di Kota Batu.
- Dinas Kesehatan Kota Batu sebagai regulator dan fasilitator utama.
- Puskesmas Setempat (Puskesmas Beji) sebagai garda terdepan layanan medis wilayah.
- Tim Pembina Pesantren Kota Batu beserta tim pendamping kesehatan.
- Unsur kemitraan pendukung untuk perluasan informasi publik.
Untuk tahun 2026, Tim Pembina Pesantren Sehat Kota Batu memproyeksikan sasaran ke beberapa lembaga pendidikan keagamaan. Selain Ponpes Ar Ridwan, program edukasi dan pemeriksaan kesehatan ini dijadwalkan menyapa Ponpes Al Hidayah dan Ponpes Al Furqon.
Pentingnya Kesadaran Mandiri dan Penguatan Fasilitas Medis
Pelaksanaan program ini disambut hangat oleh pihak pengelola pesantren. Pimpinan Ponpes Ar Ridwan, H. M. Yakub Ridwan, menilai edukasi kesehatan langsung dari tenaga medis sangat krusial mengingat tingginya aktivitas keseharian santri dalam menuntut ilmu.
“Anak-anak santri biasanya kerap mengabaikan kesehatan diri karena fokus belajar. Padahal, tubuh yang sehat adalah modal utama agar mereka bisa menyerap ilmu dengan maksimal dan beribadah dengan khusyuk,” ungkap Yakub.
Mengutip falsafah Arab yang mendalam, Yakub menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebelum datangnya sakit. “Ash-shihhatu la ya’rifu qadraha illa al-mardha, kesehatan itu sangat berharga dan sering kali baru disadari nilainya ketika seseorang jatuh sakit. Nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada para santri,” tegasnya.
Terkait fasilitas penanganan medis internal, Yakub mengakui saat ini Ponpes Ar Ridwan belum memiliki Unit Kesehatan Santri (UKS) mandiri. Kendati demikian, pihak pengurus telah membangun mekanisme Rujukan Cepat bekerja sama dengan Puskesmas Beji untuk merespons santri yang membutuhkan tindakan medis lanjutan.
“Sistem rujukan sudah berjalan dengan baik. Jika ada santri yang menunjukkan gejala sakit, pengurus langsung memberikan izin dan mengarahkan mereka untuk berobat ke Puskesmas Beji agar segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dan profesional,” pungkas Yakub.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post