Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (27/9). Langkah ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Vucic sekaligus membuka jalan bagi transisi politik baru di negara tersebut melalui pemilihan parlemen mendatang.
Proses Pengunduran Diri Resmi
Dalam pernyataan resminya, Vucic menyatakan telah menandatangani surat pengunduran diri yang merujuk pada Pasal 116 ayat 5 Konstitusi Republik Serbia. Surat tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Majelis Nasional, Ana Brnabic. Berdasarkan regulasi yang berlaku, masa jabatan presiden berakhir seketika setelah surat pengunduran diri diterima secara resmi oleh Majelis Nasional tanpa memerlukan persetujuan tambahan.
Transisi Kepemimpinan dan Pemilu
Menyusul pengunduran diri tersebut, Ana Brnabic akan mengambil alih tugas sebagai pelaksana tugas presiden. Sesuai mandat konstitusi, Brnabic memiliki waktu paling lama tiga bulan untuk menjalankan fungsi kepresidenan sekaligus wajib menyelenggarakan pemilihan presiden baru.
Sementara itu, Vucic menegaskan akan tetap terlibat dalam kancah politik nasional. Ia dijadwalkan mengikuti pemilihan parlemen awal yang akan digelar pada 25 Oktober mendatang sebagai warga negara biasa. Sebelumnya, Partai Progresif Serbia (SNS) telah mencalonkan Vucic sebagai ketua daftar elektoral sekaligus kandidat perdana menteri.
Mekanisme Pembentukan Pemerintahan Baru
Setelah pemilihan parlemen pada 25 Oktober, proses pembentukan pemerintahan baru akan segera dimulai. Pelaksana tugas presiden nantinya akan berkonsultasi dengan perwakilan daftar elektoral terpilih untuk mengusulkan kandidat perdana menteri kepada Majelis Nasional.
Kandidat perdana menteri terpilih kemudian diwajibkan memaparkan program kerja dan daftar susunan kabinet kepada parlemen. Pemerintah baru baru dapat terbentuk setelah mendapatkan persetujuan dari mayoritas anggota Majelis Nasional.
Rekam Jejak Politik Vucic
Aleksandar Vucic merupakan tokoh sentral dalam politik Serbia. Sebelum menjabat sebagai presiden sejak 2017 dan terpilih kembali pada 2022, ia memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan, termasuk pernah menjabat sebagai menteri pertahanan, wakil perdana menteri pertama, hingga perdana menteri. Sesuai konstitusi Serbia, masa jabatan presiden dibatasi maksimal dua periode dengan durasi lima tahun per periode.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post