JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi untuk menggalang kerja sama ekonomi yang lebih erat. Kedua pemimpin sepakat menjajaki pembentukan perjanjian perdagangan bilateral guna mendongkrak volume perdagangan antar-negara hingga mencapai target 5 miliar dolar AS pada tahun 2030.
Dalam pertemuan intensif yang berlangsung selama beberapa jam di Istana Kepresidenan akhir pekan lalu, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dan Mesir untuk memperluas akses pasar serta memangkas hambatan tarif. Langkah ini diproyeksikan menjadi katalis utama dalam menggenjot aktivitas ekspor-impor dan investasi antara dua kekuatan ekonomi di kawasannya masing-masing.
“Kami telah sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Kami terus mendorong terwujudnya kemitraan ekonomi bilateral demi membuka akses pasar yang lebih luas, memperbesar arus investasi, serta meningkatkan partisipasi pelaku usaha dari kedua negara,” ujar Presiden Prabowo kepada awak media usai perundingan.
Ambisi Mesir dan Lonjakan Perdagangan Bilateral
Presiden Abdel Fattah el-Sisi menegaskan optimisme Kairo untuk melipatgandakan nilai transaksi perdagangan dengan Indonesia. Mesir, yang selama ini menjadi pemasok utama komoditas komersial seperti pupuk, garam, dan buah-buahan ke pasar Indonesia, menargetkan angka perdagangan tahunan melampaui 5 miliar dolar AS sebelum akhir dekade ini.
“Kami akan terus melanjutkan berbagai upaya untuk menghapus segala rintangan yang dapat menghambat pencapaian target besar ini,” tegas Presiden el-Sisi.
Berdasarkan data resmi pemerintah Indonesia, kinerja perdagangan bilateral mencatatkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, nilai perdagangan RI-Mesir melonjak 40 persen secara tahunan (year-on-year) hingga mendekati angka 2,3 miliar dolar AS. Capaian delapan bulan pertama ini hampir menyamai total volume perdagangan sepanjang tahun 2025 yang mencatatkan angka 2,4 miliar dolar AS. Meski demikian, otoritas statistik Mesir mencatat angka perdagangan pada periode delapan bulan pertama tahun 2026 berada di kisaran 1,6 miliar dolar AS.
Peluang Skema PTA hingga Perjanjian Perdagangan Bebas
Untuk mengakomodasi lonjakan transaksi bisnis tersebut, Jakarta sebelumnya telah mengusulkan skema Preferential Trade Agreement (PTA) kepada Kairo. Mekanisme kerja sama ini berfokus pada pemangkasan tarif bea masuk untuk komoditas unggulan tertentu dari kedua negara.
Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia juga menyatakan keterbukaannya untuk melangkah lebih jauh menuju kerangka kerja yang lebih komprehensif, yakni Free Trade Agreement (FTA) atau Perjanjian Perdagangan Bebas. Kehadiran kerangka regulasi yang lebih inklusif ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus barang, tetapi juga mendorong investasi strategis di sektor industri, energi, dan logistik antara Indonesia dan Mesir di masa depan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post