Potret Alih Fungsi Lahan dan Napas Petani Lansia di Pameran Foto Visual
Isu ketahanan pangan dan menyusutnya lahan pertanian di Kota Malang disuarakan secara apik melalui lensa para jurnalis visual. Pameran foto bertajuk “Tanah, Pangan, dan Harapan” yang digelar oleh kalangan pewarta foto berhasil memikat perhatian publik hingga jajaran pimpinan Pemerintah Kota Malang dan DPRD Kota Malang pada Kamis (24/9/2026).
Melalui rekaman gambar yang autentik, pameran ini menghadirkan sudut pandang mendalam mengenai realitas kompleks di balik piring nasi warga perkotaan. Karya-karya visual yang dipajang mengekspos perjuangan para pahlawan pangan yang kian terimpit modernisasi, sebuah narasi yang kerap luput dari ingatan masyarakat urban sehari-hari.
Kritik Sosial dan Ironi Ketersediaan Lahan Pertanian Kota
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, secara terbuka menyampaikan kekagumannya terhadap kedalaman pesan yang diusung dalam pameran tersebut. Menurutnya, jepretan para pewarta foto tidak sekadar memanjakan mata, tetapi juga sanggup menggugah emosi dan merefleksikan kondisi sosiologis Kota Malang saat ini.
“Di sini kita bisa melihat banyak potret tentang tema besar hari ini, yaitu Tanah, Pangan, dan Harapan. Ada proses-proses yang selama ini mungkin terlupakan dari pemikiran kita sehari-hari,” ujar Amithya saat meninjau area pameran.
Amithya secara khusus menyoroti salah satu bingkai foto yang menampilkan potret tungku tradisional, di samping deretan gambar aktivitas persawahan. Foto-foto tersebut menjadi sentilan kuat atas fenomena semakin tergerusnya ruang terbuka hijau dan area persawahan di Kota Malang akibat laju pembangunan.
“Terutama padi tadi, di Kota Malang lahannya memang tinggal sedikit dan para petaninya juga tidak banyak lagi. Tinggal sedikit, tetapi mereka tetap semangat menggarap tanah sampai usia lansia,” ungkapnya memprihatinkan regenerasi petani yang kian langka di kawasan perkotaan.
Pemkot Malang Siapkan Ruang Apresiasi dan Lomba Khusus Pewarta Foto
Apresiasi senada ditiupkan oleh Pemerintah Kota Malang. Mewakili Wali Kota Malang, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kota Malang (Asisten 2), Dyah Ayu, menegaskan bahwa pesan yang diusung dalam pameran ini sangat sejalan dengan isu strategis kota, terutama mengenai ketahanan pangan nasional yang dimulai dari daerah.
Dyah menyebutkan, pangan yang tersaji di meja makan warga merupakan buah dari rantai panjang yang melibatkan kerja keras fisik dan pengorbanan para petani serta nelayan.
“Pangan itu tidak semudah itu didapatkan. Ada proses panjang, ada menanam, memetik, hingga memancing. Tidak sekadar langsung beli di pasar, tetapi ada perjuangan panjang di belakangnya,” jelas Dyah.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung karya jurnalistik visual yang edukatif, Pemkot Malang berencana menggelar agenda khusus bagi para wartawan foto. Wali Kota Malang secara pribadi mengagendakan sebuah kompetisi fotografi bereputasi dengan lokus edukasi dan pembangunan di wilayah Kota Malang.
“Pak Wali Kota memberikan apresiasi yang sangat luar biasa. Beliau bahkan mengagendakan satu kesempatan lagi nanti, ada lomba khusus pewarta foto yang lokusnya berpusat di Kota Malang,” tutur Dyah menyampaikan pesan Wali Kota.
Pameran ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pamer karya estetis, melainkan menjadi pemantik kesadaran kolektif warga Malang Raya akan krusialnya menjaga keberlanjutan tanah, menghargai pangan, serta memuliakan para petani yang masih bertahan di era modern.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post