JAKARTA — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream PT Pertamina (Persero), resmi memperkuat cengkeramannya di sektor hulu migas nasional melalui aksi korporasi strategis bersama Eni. Lewat penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales and Purchase Agreement/SPA), PHE secara resmi menambah porsi kepemilikan hak partisipasi (Participating Interest/PI) di tiga Wilayah Kerja (WK) migas lepas pantai bernilai tinggi di Kalimantan Timur.
Melalui transaksi ini, PHE kini mengantongi 10 persen PI di WK North Ganal dan WK Rapak. Tidak hanya itu, PHE juga mendongkrak kepemilikannya di WK East Sepinggan secara signifikan dari sebelumnya 15 persen menjadi 25 persen. Langkah ekspansi anorganik ini menjadi pijakan krusial Pertamina dalam memperkuat posisi di pusat produksi gas dan pengembangan laut dalam (deepwater) paling vital di Indonesia.
Memperkuat Ketahanan Energi dan Proyek Strategis Nasional
Ketiga wilayah kerja tersebut berada di kawasan migas primer yang telah disokong oleh infrastruktur hulu hingga hilir yang terintegrasi. Keterlibatan aktif Pertamina sebagai Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (National Oil & Gas Company/NOC) di area ini dipastikan akan mendorong percepatan Proyek Kutei North Hub—yang mencakup WK North Ganal dan Rapak—dengan status sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Integrasi ini terhubung langsung dengan fasilitas eksisting milik Pertamina di Kalimantan Timur, termasuk kilang pengolahan PT Badak NGL. Selain menambah volume pasokan gas, sinergi ini akan memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur pemrosesan gas, LPG, serta LNG nasional untuk mengamankan kontinuitas rantai pasok energi domestik.
Direktur Utama PHE, Sunaryanto, menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengawal ketahanan energi nasional sekaligus menjamin pertumbuhan bisnis hulu migas yang berkelanjutan.
“Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi PHE untuk terus memperkuat portofolio hulu migas melalui investasi pada aset yang memiliki fundamental kuat, potensi sumber daya yang besar, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara. Kehadiran Pertamina di wilayah kerja ini juga akan semakin memperkuat sinergi pengembangan migas di Kalimantan Timur,” ujar Sunaryanto.
Motor Penggerak Cadangan Migas Jangka Panjang
Aksi korporasi ini memberi keleluasaan bagi Pertamina untuk terlibat lebih intensif dalam program eksplorasi dan pengembangan lapangan di kawasan Kutei Basin. Besarnya potensi sumber daya yang terkandung di ketiga blok tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak cadangan dan volume produksi migas PHE untuk jangka menengah hingga panjang.
Keberhasilan transaksi ini berjalan selaras dengan peta jalan PHE yang menyeimbangkan pertumbuhan secara organik—melalui optimasi lapangan eksisting—dan anorganik via akuisisi aset-aset bernilai strategis tinggi.
Dalam menjalankan operasionalnya, PHE memastikan seluruh aktivitas investasi tetap berpatokan pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), kehati-hatian finansial, serta standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (HSSE). Penerapan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) juga menjadi fondasi utama guna mewujudkan ekosistem kerja hulu migas yang profesional, transparan, dan berkelanjutan demi menyokong target produksi migas nasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post