Bandung — Langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di kancah global resmi dimulai melalui kolaborasi lintas sektor. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk mendirikan Migrant Center, sebuah pusat layanan terpadu yang dirancang untuk menghubungkan pelatihan vokasi, sertifikasi profesional, dan penyaluran tenaga kerja dengan kebutuhan pasar global.
Peresmian fasilitas ini dilakukan langsung oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, di lingkungan kampus Unpad, Bandung, Jawa Barat. Kehadiran pusat pelatihan ini menjadi jawaban konkret atas dinamika demografi global, di mana Indonesia tengah menikmati bonus demografi sementara banyak negara maju menghadapi krisis tenaga kerja akibat penuaan populasi.
Pusat Layanan Terpadu bagi Pekerja Migran Berkeahlian
Migrant Center Unpad diproyeksikan sebagai one-stop service hub bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Di tempat ini, para tenaga kerja bisa mengakses informasi lowongan kerja luar negeri, pelatihan keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, sertifikasi profesi, hingga pembekalan karier dan pemahaman hukum. Skema ini dihadirkan untuk memastikan pengiriman pekerja migran dilakukan secara legal, aman, dan terproteksi sejak dari dalam negeri.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa penguatan perlindungan dan peningkatan kualitas CPMI merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen menggeser paradigma pengiriman pekerja migran dari sektor informal ke sektor formal yang memiliki keahlian menengah hingga tinggi (medium- to high-skilled positions).
Sebagai bagian dari program prioritas nasional, pemerintah menargetkan penyiapan hingga 500.000 pekerja migran terampil untuk mengisi kebutuhan industri internasional. Strategi ini ditopang oleh kolaborasi bersama 12 lembaga pemerintah dan 258 lembaga pelatihan vokasi di seluruh Indonesia, yang memiliki kapasitas pelatihan kumulatif mencapai 248.141 orang per tahun.
Program SMK Go Global dan Target Penyaluran Berkelanjutan
Salah satu pilar utama dalam pendorongan kualitas tenaga kerja ini adalah program SMK Go Global. Program ini dirancang khusus untuk membekali para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan standar kompetensi yang disesuaikan dengan permintaan industri di negara-negara tujuan.
Pemerintah telah menyusun peta jalan penyaluran bertahap melalui program ini, yang dimulai dengan target 40.000 pekerja pada 2026. Angka tersebut diproyeksikan melonjak signifikan menjadi 140.000 pekerja pada 2027, 180.000 pekerja pada 2028, dan ditutup dengan 140.000 pekerja pada 2029.
Program ini dinilai menjadi jembatan efektif bagi lulusan vokasi dalam negeri untuk bersaing di panggung internasional secara profesional dan bermartabat, sekaligus meminimalisasi risiko pekerja nonskill yang rentan terhadap eksploitasi.
Inklusivitas Pendidikan dan Ekspansi Fasilitas Unpad
Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyampaikan bahwa peresmian fasilitas pelatihan ini—yang juga mencakup Unpad Skill Hub—merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif. Melalui skema ini, masyarakat luas yang bukan status mahasiswa aktif Unpad tetap dapat memanfaatkan fasilitas dan kualitas pendidikan universitas.
Guna memperluas daya tampung dan ragam keahlian, Unpad saat ini tengah menyiapkan fasilitas anyar di kawasan Dago, Bandung. Area ini akan dilengkapi dengan asrama pemondokan, ruang pelatihan yang lebih luas, serta laboratorium modern. Fasilitas Dago diproyeksikan untuk mendukung pelatihan di sektor-sektor bernilai tinggi yang sangat dibutuhkan secara global, seperti keperawatan (nursing) dan tenaga medis pendukung.
Selain di Bandung, Unpad telah mengoperasikan pusat pelatihan serupa di Garut yang berfokus pada pelatihan pendamping lansia (caregiver) dan keperawatan selama lebih dari lima tahun. Seluruh jaringan fasilitas ini akan diintegrasikan secara penuh guna memperluas akses pengembangan keterampilan bagi masyarakat di kawasan Bandung, Sumedang, Garut, hingga wilayah Jawa Barat lainnya.
Langkah kolaboratif antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem migrasi tenaga kerja yang ideal: mencetak pekerja migran yang terampil, terlindungi secara hukum, serta berdaya secara ekonomi bagi keluarga dan daerah asal mereka.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post