MALANG TODAY – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memacu modernisasi sektor pertanian di daerah demi memperkuat ketahanan dan swasembada pangan regional. Langkah konkret ini ditunjukkan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada puluhan kelompok tani di Kabupaten Blitar, kawasan tetangga yang menjadi salah satu penyangga pangan penting bagi wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
Bantuan Alsintan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada perwakilan kelompok tani di Lapangan Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Penyerahan bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian agenda kunjungan kerja Pemprov Jatim dalam memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Efisiensi Pemanenan dan Penekanan Angka Susut Hasil Tani
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa akselerasi penyaluran Alsintan difokuskan untuk menjawab tantangan efisiensi waktu panen dan meminimalisir potensi kehilangan hasil pertanian (loss reduction). Menurutnya, penguatan mekanisasi pertanian di daerah penyangga seperti Blitar akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan pangan di kawasan sekitarnya, termasuk Malang Raya.
Adapun jenis Alsintan yang disalurkan meliputi unit combine harvester (mesin pemanen padi modern), cultivator, mesin pompa air, hingga hand tractor. Dari jajaran mesin tersebut, combine harvester menjadi salah satu unit yang paling dinantikan oleh para petani lokal.
“Untuk lahan seluas satu hektare, proses pemanenan secara manual bisa memakan waktu hingga tiga hari. Namun, dengan memanfaatkan combine harvester, proses panen mampu diselesaikan secara presisi hanya dalam waktu sekitar satu jam,” terang Khofifah.
Selain efisiensi waktu, penggunaan teknologi panen modern ini dinilai ampuh menekan tingkat kehilangan bulir padi. “Secara teknis, panen manual memiliki tingkat susut atau kehilangan hasil cukup tinggi, yakni berkisar antara 9 persen hingga 11 persen. Jika menggunakan combine harvester, tingkat susut hasil panen dapat ditekan drastis hingga tersisa 1 persen sampai 2 persen saja,” tambahnya.
Khofifah menjelaskan bahwa pengadaan unit combine harvester dilakukan secara bertahap mengingat nilainya yang tergolong tinggi. Pemprov Jatim menerapkan kalkulasi ketat berbasis luas hamparan lahan pertanian yang dikelola oleh masing-masing kelompok tani calon penerima.
Dorong Ketahanan Pangan Lintas Wilayah di Jawa Timur
Penyaluran Alsintan di Kabupaten Blitar ini merupakan kelanjutan dari program pemprov yang digulirkan secara bergiliran di pelbagai daerah di Jawa Timur. Sebelum menyasar kawasan Blitar, penyerahan bantuan serupa telah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Menanggapi intervensi bantuan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Setiyana, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata Pemprov Jatim terhadap keberlangsungan pilar pertanian daerah.
“Bantuan Alsintan ini sangat krusial bagi peningkatan produktivitas petani kami. Kami mengimbau seluruh kelompok tani penerima agar mengelola dan merawat bantuan ini dengan maksimal. Pemanfaatan alat secara optimal tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani lokal, tetapi juga memperkuat posisi daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” tegas Setiyana.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post