Raksasa ritel pakaian asal Jepang, Fast Retailing, kembali mencatatkan rekor pendapatan dan laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan selama lima tahun berturut-turut pada tahun fiskal 2026. Pertumbuhan agresif di kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Asia Tenggara menjadi motor penggerak utama yang berhasil menopang kinerja keuangan grup induk merek Uniqlo ini di tengah melambatnya ekspansi di pasar Tiongkok Raya.
Berdasarkan laporan keuangan resmi yang dirilis perusahaan, pendapatan Fast Retailing untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Agustus melonjak 16,6 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 3,96 triliun yen (sekitar US$25 miliar). Sejalan dengan lonjakan omzet, laba bisnis melambung 30,4 persen menjadi 718,4 miliar yen, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 25,3 persen hingga menyentuh angka 542,5 billion yen.
Eropa dan Amerika Utara Geser Dominasi Pasar Tiongkok
Segmen Uniqlo International membuktikan perannya sebagai mesin pertumbuhan terkuat. Pendapatan dari unit bisnis internasional ini melonjak 26,2 persen menjadi 2,41 triliun yen, dengan laba bisnis yang melompat signifikan sebesar 44,1 persen mencapai 439,8 miliar yen. Seluruh wilayah dalam operasional internasional mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba di level dua digit.
Kinerja paling fenomenal dibukukan oleh pasar Eropa dan Amerika Utara. Di Eropa, pendapatan Uniqlo melesat 38.7 persen menjadi 512,6 miliar yen dengan lonjakan laba bisnis hingga 69 persen menjadi 91,7 miliar yen. Sementara di Amerika Utara, pendapatan tumbuh 34,6 persen menjadi 364,9 miliar yen dan laba bisnis naik 53,3 persen menjadi 67,9 miliar yen.
Pencapaian ini menandai tonggak sejarah baru bagi Fast Retailing. Untuk pertama kalinya, gabungan penjualan Uniqlo di pasar Eropa dan Amerika Utara berhasil melampaui total penjualan di kawasan Tiongkok Raya. Pergeseran peta pendapatan ini menegaskan makin krusialnya peranan pasar Barat dalam strategi ekspansi global grup tersebut.
Pemulihan Bertahap di Asia Pasifik dan Pasar Domestik
Kawasan Tiongkok Raya—yang mencakup Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Taiwan—masih membukukan rapor positif meski dengan laju yang lebih moderat. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 11,3 persen menjadi 724 miliar yen, serta peningkatan laba bisnis sebesar 24,6 persen menjadi 112 miliar yen. Khusus di Tiongkok daratan, langkah reformasi operasional yang diterapkan manajemen mulai menunjukkan sinyal pemulihan awal, ditandai dengan kenaikan pendapatan sekitar 3 persen dan laba bisnis sekitar 18 persen dalam mata uang lokal.
Di sisi lain, kawasan Asia Tenggara, Korea Selatan, India, dan Australia menyumbang kontribusi finansial yang sangat solid. Gabungan pasar ini mendulang pendapatan sebesar 809,4 miliar yen atau naik 30,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Laba bisnis dari kawasan ini turut melonjak 44 persen menjadi 168,3 miliar yen.
Dari dalam negeri, Uniqlo Jepang turut mencetak rekor kinerja terbaiknya. Pendapatan di pasar domestik naik 5,7 persen menjadi 1,08 triliun yen dengan laba bisnis tumbuh 8,1 persen menjadi 196 miliar yen. Penjualan toko yang sama (same-store sales) tumbuh 5,1 persen, didorong tingginya permintaan atas pakaian fungsional seperti Ultra Stretch Pants dan lini pelindung sinar UV, serta koleksi berorientasi tren seperti Barrel Pants.
Proyeksi Optimis dan Target Ritel Terdepan Dunia
Selain Uniqlo, merek fashion GU milik Fast Retailing juga mencatatkan pertumbuhan kinerja dengan pendapatan naik 1,8 persen menjadi 336,7 miliar yen dan laba bisnis melesat 11 persen menjadi 31,5 miliar yen. Namun, unit bisnis Global Brands mengalami penurunan pendapatan sebesar 2,3 persen menjadi 128.5 miliar yen, meskipun laba bisnisnya masih mampu tumbuh 6,8 persen menjadi 2,8 miliar yen.
Atas capaian impresif ini, manajemen Fast Retailing memutuskan untuk menaikkan dividen tahunan menjadi 900 yen per saham, naik dari posisi 850 yen pada tahun fiskal sebelumnya.
Menatap tahun fiskal 2027, Fast Retailing optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan global ini. Perusahaan memproyeksikan kenaikan pendapatan sebesar 12,3 persen menjadi 4,45 triliun yen, laba bisnis naik 15,5 persen menjadi 830 miliar yen, dan laba bersih diperkirakan tumbuh 3,2 persen menjadi 560 miliar yen.
Guna merealisasikan ambisinya menjadi peritel pakaian nomor satu di dunia, Fast Retailing mempertegas komitmennya untuk terus berinvestasi pada pembukaan gerai berkualitas tinggi, pengembangan produk inovatif, serta penguatan citra merek secara global melalui filosofi produk andalannya, LifeWear.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post