Akselerasi Pemerataan Pendidikan, Pemkab Malang Setor Dokumen Sekolah Nasional Terintegrasi ke Pusat
MALANG TODAY – Pemerintah Kabupaten Malang resmi menuntaskan dan menyerahkan dokumen kriteria kesiapan (readiness criteria) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Langkah ini dilakukan untuk mengakselerasi realisasi megaproyek pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang akan ditempatkan di wilayah Malang Selatan.
Dari beberapa opsi lokasi yang disiapkan, Pemkab Malang secara mantap menetapkan Kecamatan Dampit sebagai prioritas utama tapak pembangunan sarana pendidikan berskala nasional tersebut.
Kawasan Dampit Jadi Prioritas Utama dan Siap Lahan 18 Hektare
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, mengonfirmasi bahwa seluruh berkas kriteria kesiapan teknis telah dirampungkan untuk diteruskan ke pemerintah pusat.
“Saat ini proses readiness criteria untuk dikirim kepada Kemendikdasmen RI,” terang Budiar, Jumat (25/9/2026).
Budiar meyakinkan bahwa kelengkapan dokumen yang disetorkan tidak hanya sekadar administratif, namun mencakup legalitas aset, kepastian tata ruang, hingga kesiapan teknis kewilayahan. Kecamatan Dampit dipilih lantaran ketersediaan lahan aset milik Pemkab Malang di wilayah tersebut sangat representatif dari segi luasan fisik dan telah sinkron dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Saat ini, jajaran Pemkab Malang bersama instansi lintas sektor telah mengamankan dan menyiapkan area lahan seluas 18 hektare di Dampit yang siap dihibahkan untuk tapak konstruksi.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru di Koridor Malang Timur-Selatan
Penetapan Dampit sebagai pusat Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi strategi pivotal Pemkab Malang dalam memutus ketimpangan fasilitas publik. Kehadiran SNT diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi baru di koridor Malang Timur dan Selatan, sehingga fasilitas pendidikan unggulan tidak lagi menumpuk di kawasan perkotaan saja.
Proyek pengembangan kawasan pendidikan terpadu ini diperkirakan menyedot anggaran sekitar Rp300 miliar yang bersumber sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
SNT dirancang sebagai kompeks pendidikan modern multi-jenjang berkonsep terpadu. Sekolah ini akan memfasilitasi kesinambungan belajar siswa dengan penerapan kurikulum berorientasi global, ditunjang fasilitas pembelajaran mutakhir berbasis teknologi.
Sistem Seleksi Ketat Berbasis Talenta
Berbeda dengan skema sekolah afirmasi atau zonasi reguler, proses penerimaan peserta didik di Sekolah Nasional Terintegrasi bakal menerapkan kriteria khusus. Penjaringan siswa akan dilakukan melalui jalur seleksi dan tes ketat berbasis talenta serta potensi akademik berstandar tinggi.
Setelah pengiriman dokumen readiness criteria ini, Pemkab Malang kini tinggal menunggu tahapan verifikasi akhir dan penetapan jadwal konstruksi dari kementerian teknis. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses pengerjaan fisik kompleks SNT di Dampit ditargetkan mulai bergulir menjelang akhir tahun 2026.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post