Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan sektor pariwisata berorientasi lingkungan atau eco tourism. Langkah ini dipandang sebagai strategi krusial dalam membangun ekonomi sirkular yang tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga mampu menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati nasional.
Menteri Lingkungan Hidup merangkap Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, menyampaikan bahwa sektor ekowisata merupakan model bisnis ideal karena mampu menyinergikan pertumbuhan ekonomi dengan pemuliaan lingkungan. Hal tersebut diungkapkan di sela kegiatan penanaman pohon di area Ekowisata Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
“Membangun usaha dan kegiatan ekonomi sirkular harus berjalan seiring dengan upaya memuliakan lingkungan. Apapun kegiatan ekonomi di kawasan wisata hanya bisa bertahan lama jika memiliki perputaran ekonomi sirkular. Tanpa itu, keberlanjutannya tidak akan abadi,” ujar Jumhur.
Penerapan Kredit Keanekaragaman Hayati dan Kemudahan Izin Usaha
Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan kekayaan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Salah satu skema finansial yang tengah disosialisasikan dan disiapkan oleh pemerintah adalah implementasi biodiversity credit (kredit keanekaragaman hayati).
Sejalan dengan penguatan instrumen pasar karbon dan keanekaragaman hayati tersebut, KLH juga mendorong kemudahan regulasi perizinan investasi di sektor ekowisata. Pemerintah siap mempermudah izin usaha bagi para pelaku industri yang taat terhadap aturan kelestarian lingkungan.
“Aturan turunan di tingkat daerah harus mempermudah perizinan selama kegiatan usaha tersebut comply atau memenuhi kriteria kelestarian lingkungan. Namun, jika ada kegiatan yang merusak alam dengan dalih ekowisata, tentu tegas tidak kami izinkan,” kata Jumhur menekankan pentingnya pengawasan terpadu.
Dorongan Internasional Jadikan Indonesia Pemimpin Pariwisata Hijau
Status Indonesia sebagai negara dengan predikat megabiodiversity menjadikan posisi tawar geopolitik dan ekonomi hijau nasional sangat strategis di tingkat global. Kombinasi kekayaan hayati darat dan laut Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, sehingga menarik perhatian para pemangku kepentingan internasional.
Dalam kunjungan kerjanya ke New York, Amerika Serikat, dan London, Inggris, Jumhur sempat bertemu dengan sejumlah tokoh dan aktivis lingkungan global, termasuk penasihat keanekaragaman hayati untuk Raja Inggris. Para pemangku kepentingan global tersebut secara aktif mendorong Indonesia agar mengambil peran sebagai pemimpin (leader) dalam tata kelola dan pengembangan keanekaragaman hayati dunia.
Kawasan Ekowisata Dusun Bambu di Bandung Barat dipandang sebagai salah satu contoh sukses transformasi lahan gersang berpotensi erosi menjadi kawasan hijau produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Model reforestasi tanaman keras yang dipadukan dengan konsep pariwisata ini diharapkan dapat direplikasi oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha di wilayah lain seluruh Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post