Laga Sengit di Kanjuruhan, Singo Edan Amankan Satu Poin
MALANG TODAY – Mentas di hadapan pendukung sendiri, Arema FC menunjukkan karakter pantang menyerah saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan BRI Super League 2026–2027. Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (10/10/2026) sore, skuad berjuluk Singo Edan tersebut sukses bangkit dari tertinggal dua gol dan memaksakan hasil imbang 2-2.
Laga berjalan sengit sejak awal di hadapan 1.528 pasang mata yang memadati tribun. Gawang Arema FC yang dikawal Muhammad Adi Satryo harus bobol lebih dulu pada menit ke-16 lewat aksi pemain asing lawan, Matias Ernesto Ocampo Ornizun. Tim tamu besutan Oscar Bruzon makin di atas angin usai Milan Ristovski menggandakan keunggulan Bhayangkara Presisi pada menit ke-32.
Tersentak oleh dua gol lawan, Arema FC langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, penyerang sayap Marcos Vinicius Silvestre Gaspar memangkas jarak skor menjadi 1-2 melalui golnya di menit ke-42, sekaligus membakar asa tuan rumah sebelum jeda turun minum.
Rotasi Taktis dan Drama Kebangkitan Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, bergerak cepat mengubah skema permainan. Ia memasukkan gelandangnya, Arkhan Fikri, untuk menggantikan bek Hansamu Yama Pranata demi menambah daya dobrak dari sektor tengah.
Strategi tersebut terbukti ampuh. Gelombang serangan yang dilancarkan anak-anak Malang terus mengurung lini pertahanan lawan. Puncaknya pada menit ke-61, bomber asal Nigeria, Oluwasegun Samuel Otusanya, berhasil memperdaya kiper Bhayangkara Presisi, Awan Setho Raharjo. Gol tersebut menggetarkan publik Kanjuruhan sekaligus mengubah kedudukan menjadi seimbang 2-2.
Meski kedua tim saling jual-beli serangan hingga masa injury time, tak ada gol tambahan yang tercipta. Wasit Sance Lawita akhirnya meniup peluit panjang penanda berakhirnya laga dengan skor imbang.
Evaluasi Marcos Santos: Perubahan Mentalitas di Ruang Ganti
Usai pertandingan, pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengapresiasi tinggi daya juang anak asuhnya. Pelatih berpaspor Brasil itu mengakui timnya sempat kehilangan fokus usai tampil menjanjikan pada kurun waktu 15 menit pertama hingga berujung kebobolan dua gol.
“Pertandingan tadi berjalan sangat berat. Kami sempat memulai laga dengan baik pada 10 hingga 15 menit pertama, tetapi setelah itu tim kehilangan energi hingga tertinggal 0–2 di babak pertama. Tanggung jawab atas situasi tersebut sepenuhnya ada pada saya,” ujar Marcos Santos dalam sesi konferensi pers usai laga.
Ia mengungkapkan bahwa kuncinya ada pada instruksi tegas serta suntikan motivasi di ruang ganti saat jeda antarbabak. Perubahan sikap para pemain di lapangan menjadi penentu utama Arema FC terhindar dari kekalahan di kandang.
“Perubahan besar di babak kedua bukan sekadar karena pergantian satu pemain, melainkan lahir dari perubahan perilaku, sikap, serta mentalitas bertanding tim yang berubah total. Sikap inilah yang membuat tim bangkit mengejar ketertinggalan, menyamakan kedudukan, dan bahkan hampir membalikkan keadaan,” tegas juru taktik berkebangsaan Brasil tersebut.
Kendati harus berbagi angka dan gagal mengamankan poin penuh di markas sendiri, Marcos menilai tambahan satu poin ini sangat krusial bagi posisi Arema FC di tangga klasemen sementara.
“Tentu saja kami tidak puas dengan hasil imbang ini karena target kami adalah menang. Namun, pertandingan ini membuktikan karakter tim yang sesungguhnya: tim yang mampu bereaksi cepat, tidak pernah berhenti, pantang menyerah, dan menolak menerima kekalahan,” pungkasnya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post