JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak secara tegas mengecam dugaan penyalahgunaan rumah dinas militer yang dijadikan sebagai markas operasi judi online ilegal. Jenderal bintang empat tersebut menyebut insiden ini sangat memalu perinstitusian dan menegaskan bahwa Angkatan Darat tidak akan melindungi prajurit mana pun yang terbukti terlibat dalam tindak pidana.
“Ini sangat memalukan bagi kami. Kami memastikan tidak ada prajurit yang terlibat dalam kegiatan semacam ini yang akan dilindungi,” ujar Maruli saat memberikan keterangan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat.
Penggerebekan di Kompleks Cijantung dan Keterlibatan Perwira TNI
Pernyataan keras KSAD ini merespons penggerebekan yang dilakukan otoritas keamanan di sebuah rumah di dalam kompleks perumahan dinas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Cijantung, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut, petugas membongkar praktik yang diduga kuat sebagai pusat kendali perjudian daring.
Maruli mengonfirmasi bahwa seorang perwira menengah TNI AD kini telah ditahan di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya. Perwira tersebut diduga menyewakan rumah dinas resminya kepada pihak sipil yang mengoperasikan bisnis haram tersebut. Sosok perwira yang diamankan teridentifikasi sebagai Letkol Inf Arman, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Komando Garnisun Tetap I/Jakarta.
Aksi penggerebekan bermula dari kecurigaan warga sekitar terhadap aktivitas tidak wajar di dalam rumah dinas tersebut. Warga kemudian mengambil tindakan awal sebelum pihak berwenang militer turun tangan secara resmi.
“Jika masyarakat ikut serta dalam menjaga keamanan di lingkungan mereka, saya kira itu adalah hal yang sangat baik,” tutur Maruli mengapresiasi kepekaan warga setempat.
Penyitaan Puluhan Perangkat Elektronik dan Penahanan Belasan Sipil
Laporan dari masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti oleh Pomdam Jaya dengan melakukan penggeledahan menyeluruh di properti yang dimaksud. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas mengamankan 11 orang warga sipil yang berada di dalam rumah tersebut saat penggerebekan berlangsung.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa 11 warga sipil yang ditangkap terdiri dari enam pria dan lima wanita. Seluruhnya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk membongkar jaringan operasional judi online tersebut.
“Kami juga menyita barang bukti berupa 32 unit komputer, 14 unit telepon genggam, dan sembilan kartu identitas (KTP) yang diduga kuat berkaitan langsung dengan aktivitas perjudian,” ungkap Donny.
Sorotan Pengawasan Rumah Dinas dan Ketegangan Hukum
Praktik perjudian daring merupakan tindakan ilegal yang dilarang keras oleh hukum di Indonesia, dan pemerintah bersama aparat penegak hukum terus memperketat penindakan terhadap operator maupun jaringan pendukungnya. Kasus ini mendatangkan sorotan tajam terkait efektivitas pengawasan serta tata kelola penggunaan rumah dinas militer agar tidak disalahgunakan untuk kegiatan di luar tugas kedinasan.
Menutup keterangannya, Jenderal Maruli kembali menegaskan komitmen penegakan disiplin di tubuh TNI AD. Ia menjamin proses hukum akan berjalan secara transparan dan menindak tegas setiap personel yang terbukti melanggar hukum maupun regulasi militer tanpa pandang bulu.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post