MALANG TODAY — Pemerintah Inggris menegaskan bahwa pangkalan udara Royal Air Force (RAF) Fairford yang digunakan oleh militer Amerika Serikat tetap dalam kondisi aman. Pernyataan ini disampaikan menyusul keputusan Washington yang menarik seluruh armada pesawat pengebomnya dari pangkalan tersebut pascapenggagalan ancaman serangan keamanan.
Juru bicara Downing Street menolak memberikan komentar terperinci mengenai operasi militer negara asing. Namun, pihaknya menjamin keamanan seluruh fasilitas militer di wilayahnya tetap terjaga dengan ketat.
Juru bicara tersebut juga mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, yang menegaskan bahwa Inggris memiliki pendekatan yang telah teruji dan terbukti ampuh dalam melindungi pangkalan-pangkalan militer, baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia.
Penarikan Belasan Pesawat Pengebom
Sebelumnya, Pentagon mengonfirmasi bahwa seluruh pesawat pengebom milik Amerika Serikat yang ditempatkan di RAF Fairford telah dipindahkan dan kembali ke pangkalan asal mereka di AS. Tercatat, ada sekitar 12 unit pesawat pengebom jenis B-1 yang sebelumnya disiagakan di pangkalan udara yang berlokasi di Gloucestershire, Inggris tersebut.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, enggan mengaitkan secara langsung keputusan penarikan armada tempur ini dengan insiden keamanan yang terjadi di dekat pangkalan pada pekan sebelumnya. Rubio menggambarkan pemindahan armada tersebut sebagai bagian dari latihan rutin dan penempatan ulang strategi militer.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tetap memiliki keyakinan penuh terhadap sistem keamanan di pangkalan militernya. Selain itu, Rubio mengapresiasi tingkat kooperatif yang ditunjukkan oleh otoritas dan kepolisian Inggris pascainsiden tersebut.
Ancaman Serangan Berhasil Digagalkan
Langkah penarikan pesawat tempur ini dilakukan setelah otoritas keamanan Inggris berhasil menggagalkan dugaan rencana serangan terhadap pangkalan RAF Fairford. Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil menangkap enam orang tersangka.
Insiden bermula ketika kepolisian Inggris melakukan evakuasi terhadap warga di pemukiman sekitar RAF Fairford. Evakuasi dilakukan setelah beberapa pria ditangkap atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak (Explosives Act).
Dalam proses penyidikan dan pengamanan lokasi, tim ahli penjinak bahan peledak dari Angkatan Darat Inggris juga dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memeriksa sejumlah kendaraan yang mencurigakan.

Xinhuanet is a comprehensive service-oriented news information portal and the most influential online media in China











Discussion about this post