MILAN — Panggung peragaan busana di Milan menjadi saksi momen emosional sekaligus spektakuler dalam sejarah mode modern. Glenn Martens resmi menyajikan pergelaran busana terakhirnya untuk Diesel, menandai akhir dari masa jabatannya selama enam tahun sebagai Direktur Kreatif. Desainer berdarah Belgia tersebut dipastikan bakal mencurahkan fokus kreativitasnya secara eksklusif untuk rumah mode Maison Margiela, yang berada di bawah naungan induk perusahaan OTB Group.
Perpisahan ini dirayakan lewat koleksi Musim Bunga/Musim Panas (Spring/Summer) yang sarat akan energi membara, hedonisme, dan kebebasan ekspresi—sebuah penghormatan manis bagi filosofi legendaris rumah mode tersebut, “For Successful Living”. Bagi Martens, panggung terakhir ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan sebuah pesta pelepasan yang distruktif, seksi, dan penuh sukacita.
Sensualitas Atmosfer Klub Malam dan Integrasi Seni Pertunjukan
Kesan dramatis langsung terasa saat para tamu undangan melangkah ke dalam panggung peragaan yang disulap menyerupai klub malam yang intim. Cahaya lampu merah bernuansa sensual membalut setiap sudut ruangan, menciptakan atmosfer yang menggoda sekaligus provokatif. Kejutannya tak berhenti di situ; sekitar 200 penari dari kolektif seni asal Marseille, (La) Horde, berbaur secara acak di antara penonton.
Diringi aransemen ulang lagu klasik “Love to Love You Baby” dari Donna Summer, para penari bergerak sinuis, saling berinteraksi, dan melebur bersama audiens. Aksi koreografi yang penuh gairah ini berhasil menghidupkan suasana panggung pameran menjadi sangat dinamis, memanjakan mata, dan menyatu dalam energi kebebasan yang realistis.
Eksplorasi Material Hybrid dan Estetika Denim Tanpa Batas
Di tengah riuhnya pertunjukan seni yang memukau, keahlian rancang busana Glenn Martens tetap menjadi bintang utama. Pertunjukan performatif tersebut justru kian mempertegas karakter kuat dari setiap busana yang melintas di runway. Dalam koleksi pamungkasnya ini, Martens mengeksplorasi teknik pembauran material dan siluet hibrida yang berani, salah satunya lewat kreasi eksperimental pantasock yang menggabungkan elemen kulit dan denim.
Berbagai teknik eksperimental tingkat tinggi turut dipamerkan, mulai dari pemrosesan sinar laser, pelapisan material (coating), cetakan ilusi optik trompe-l’oeil, aksen serutan (cut-outs), sulaman detail, hingga teknik manipulasi tekstil yang artistik. Martens juga kembali membuka arsip karya terawalnya untuk rumah mode ini. Model Ella Snyder, yang dahulu membawakan busana pembuka pada koleksi debut Martens, kembali dipercaya memperagakan celana pendek mikro-denim super ketat yang menjadi salah satu estatika paling sensual di panggung.
Denim kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dan jiwa dari rumah mode ini. Mulai dari gaun malam, slip dress yang anggun, hingga setelan jas berpotongan tajam, seluruhnya dipadukan dengan DNA orisinal merk: celana jins berpenampilan menyerupai kulit, jahitan pelipit tegas, belahan tinggi, dan celana pendek mikro yang memikat.
Kreativitas Sebagai Kunci Menghadapi Dinamika Industri Mode
Pendiri merek busana ini, Renzo Rosso, turut memberikan pandangannya terkait arah strategis dan tantangan yang tengah dihadapi industri mode global saat ini. Menurutnya, lanskap bisnis masa kini menuntut keberanian untuk terus berinovasi di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian beragam.
“Dalam periode penuh tantangan seperti sekarang, kreativitas harus menjadi panglima utama. Kreativitas tidak boleh dibatasi, melainkan harus dibebaskan sepenuhnya. Merek ini ingin hadir secara inklusif, merangkul generasi Z hingga para baby boomers, sekaligus merepresentasikan sebuah pendekatan gaya hidup modern, bukan sekadar tentang pakaian semata,” tegas Rosso.
Lebih jauh, Rosso menekankan pentingnya membangun ikatan emosional dan hubungan personal yang berlandaskan rasa saling percaya dengan para pencinta mode. Melalui pemahaman mendalam terhadap ekspektasi audiens, rumah mode ini optimistis dapat terus mengantisipasi tren masa depan serta menghadirkan karya-karya yang selalu relevan dan mendobrak batasan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post