Masyarakat di kawasan Malang Raya diimbau untuk tidak langsung panik dan berlari keluar ruangan saat terjadi guncangan gempa bumi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya menerapkan metode perlindungan diri Drop, Cover, Hold On demi meminimalkan risiko cedera fatal akibat reruntuhan material maupun kehilangan keseimbangan.
Penerapan Metode ‘Drop, Cover, Hold On’
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa reaksi spontan untuk langsung berlari ke luar gedung saat getaran berlangsung justru sangat berbahaya. Guncangan yang kuat berpotensi membuat tubuh sulit berdiri tegak dan memperbesar peluang tertimpa benda-benda yang jatuh dari atas plafon atau dinding.
Sebagai panduan keselamatan praktis, masyarakat diimbau mempraktikkan tiga langkah utama secara berurutan saat gempa terjadi:
- Drop (Merunduk): Segera turunkan posisi tubuh serendah mungkin untuk menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh.
- Cover (Melindungi Diri): Lindungi bagian vital, terutama kepala dan leher, dengan berlindung di bawah meja yang kokoh atau menutupinya dengan lengan maupun benda pelindung lainnya.
- Hold On (Berpegangan): Pegang kuat-kuat kaki meja atau perabot pelindung tempat berteduh hingga guncangan benar-benar reda.
“Ketika terjadi gempa bumi, yang harus kita lakukan bukan langsung lari, melainkan melakukan perlindungan diri dengan cara Drop, Cover, Hold On,” tegas Ricko.
Langkah Evakuasi dan Kewaspadaan Wilayah Pesisir
Setelah guncangan dinyatakan berhenti total, warga baru disarankan untuk segera bergerak keluar menuju tempat terbuka atau titik kumpul evakuasi yang aman dari potensi robohnya pohon, tiang listrik, maupun struktur bangunan tinggi.
Bagi warga yang beraktivitas atau bermukim di kawasan pesisir Malang Selatan, BMKG mengingatkan untuk selalu memantau pembaruan informasi resmi terkait ada atau tidaknya potensi tsunami pascagempa sebelum kembali beraktivitas di dekat garis pantai.
Kesiapsiagaan Pra-Bencana dan Menyikapi Isu Megathrust
Mitigasi mandiri idealnya dimulai jauh sebelum bencana melanda. Masyarakat disarankan mengenali ketahanan struktur rumah masing-masing, menata interior secara aman dengan merekatkan perabot berat ke dinding, serta memastikan seluruh anggota keluarga memahami rute evakuasi terdekat.
Menanggapi kekhawatiran publik seputar potensi gempa dari zona megathrust di selatan Jawa Timur, Ricko menegaskan bahwa keberadaan potensi tersebut bukan berarti bencana akan terjadi seketika. Hingga saat ini, belum ada teknologi ilmiah yang mampu memprediksi waktu, lokasi persis, dan kekuatan gempa secara presisi.
Masyarakat Malang Raya diminta untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh ramalan atau kabar bohong (hoaks) yang beredar di media sosial, serta selalu merujuk kanal informasi resmi BMKG untuk mendapatkan panduan kegempaan yang valid dan faktual.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post