Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kecaman keras terhadap puluhan delegasi diplomatik yang melakukan aksi walk out sesaat sebelum dirinya menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Aksi boikot tersebut diikuti oleh setidaknya 77 delegasi negara yang secara serentak meninggalkan aula utama atau memilih untuk tidak hadir saat Netanyahu bersiap naik ke podium utama. Langkah kolektif ini merupakan bentuk protes diplomatik tegas komunitas internasional terhadap eskalasi operasi militer serta agresi Israel di Palestina dan wilayah Timur Tengah.
Kecaman Terbuka Netanyahu terhadap Aksi Boikot
Menghadapi banyaknya kursi kosong di aula sidang, Netanyahu secara terbuka mencemooh para diplomat yang memutuskan keluar dari ruangan sebagai tindakan “pengecut bermoral”. Ia bahkan menantang delegasi lain yang memiliki pandangan serupa untuk turut mengosongkan ruangan sebelum ia melanjutkan pidatonya.
“Ketua, sebelum memulai pidato, saya ingin menyampaikan pengumuman singkat. Jika masih ada pengecut bermoral lainnya yang belum meninggalkan aula ini, silakan keluar. Terima kasih,” ujar Netanyahu dari atas mimbar Sidang Umum PBB.
Pembelaan Operasi Militer dan Penolakan Genosida
Dalam narasi pidatonya, Netanyahu menyampaikan pembelaan terkait kebijakan dan langkah militer yang diambil oleh pemerintahannya. Pemimpin Israel tersebut secara tegas menolak tuduhan internasional yang menyebut negaranya telah melakukan aksi genosida terhadap warga sipil di Gaza.
Selain membela kebijakan luar negeri dan militernya, Netanyahu juga melayangkan kritik tajam terhadap situasi domestik di kota tuan rumah sidang dengan menyasar Wali Kota New York, Zohran Mamdani. Netanyahu mengklaim bahwa kondisi keamanan bagi komunitas Yahudi di kota tersebut mengalami penurunan di bawah kepemimpinan Mamdani.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post