MALANG TODAY – Seluruh pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris (UK) resmi memundurkan diri dari Irak, mengakhiri kehadiran militer mereka yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Penarikan 100 personel militer Inggris yang tersisa di Irbil, wilayah Kurdistan, dikoordinasikan secara ketat dengan pasukan AS hingga personel terakhir hengkang dari wilayah tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan bilateral antara pemerintah AS dan Irak yang ditandatangani dua tahun lalu, yang mewajibkan seluruh pasukan asing keluar dari Irak. Kepergian pasukan Koalisi Internasional ini sekaligus menandai berakhirnya operasi militer bertajuk Operation Inherent Resolve yang telah berjalan sejak 2014 untuk menumpas kelompok teroris ISIS.
Peralihan Tanggung Jawab Keamanan Pasca-Penarikan
Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, menegaskan bahwa berakhirnya misi koalisi ini menjadi titik balik penting bagi kedaulatan negaranya. Peralihan ini menandai fase baru di mana pemerintah dan aparat keamanan Irak memikul tanggung jawab penuh atas kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional. Sebagai bentuk penghormatan atas momentum sejarah ini, pemerintah Irak menetapkan empat “Hari Kedaulatan” sebagai hari libur nasional.
Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa Pasukan Keamanan Irak (ISF) dan milisi Kurdi Peshmerga kini berada dalam posisi yang sangat siap untuk menjaga keamanan mandiri setelah berhasil memastikan kekalahan teritorial ISIS secara berkelanjutan.
Meskipun demikian, tantangan keamanan belum sepenuhnya usai. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengingatkan bahwa pemerintah Irak kini harus secara mandiri menghadapi sisa-sisa sel ISIS dan ancaman dari kelompok milisi bersenjata yang disokong Iran yang berpotensi mengguncang stabilitas kawasan.
Tantangan Milisi dan Rekam Jejak Operasi Militer
Di balik penarikan ini, situasi keamanan di pangkalan militer sempat memanas akibat dinamika konflik regional. Sebelum penarikan selesai, pangkalan udara di Irbil kerap menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang diluncurkan oleh milisi lokal. Personel pertahanan udara Inggris bahkan tercatat menembak jatuh lebih dari 100 drone dalam periode ketegangan tinggi tersebut.
Meski pasukan tempur darat telah ditarik, dukungan internasional tidak sepenuhnya terputus. Pentagon mengonfirmasi akan tetap memberikan pelatihan khusus serta dukungan intelijen kepada militer Irak. Sementara itu, markas komando satuan tugas gabungan koalisi kini dialihkan dan beroperasi dari Yordania.
Penarikan ini mencatatkan kali ketiga pasukan AS dan Inggris meninggalkan Irak dalam sejarah modern. Kehadiran militer Barat di negara tersebut dimulai pada Perang Teluk 1991, dilanjutkan dengan invasi skala besar pada 2003 untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein, hingga penempatan kembali pasukan pada 2014 guna membendung ekspansi ISIS.

BBC Indonesia (atau BBC News Indonesia) adalah layanan berita berbahasa Indonesia dari lembaga penyiaran publik Britania Raya, British Broadcasting Corporation (BBC)











Discussion about this post