MOSKOW — Ibu kota Rusia, Moskow, menyajikan perpaduan kontras yang memikat antara keanggunan arsitektur klasik dan jejak sejarah teknologi nuklir yang megah. Pengalaman unik ini dirasakan langsung oleh kontingen Indonesia yang terdiri dari jurnalis dan dua nelayan asal Ternate, Maluku Utara, Nurdjan Soleman dan Nasrun Masraoly, saat mengeksplorasi jantung Negeri Beruang Merah tersebut.
Kunjungan ke destinasi ikonik seperti Red Square dan Museum Atom ini menjadi agenda pembuka sebelum delegasi Indonesia bergabung dengan peserta dari 10 negara lainnya. Mereka dijadwalkan bertolak ke Distrik Kota Udomlya, Wilayah Tver, untuk berkompetisi dalam ajang perikanan bergengsi IV International Fishing Tournament yang diselenggarakan oleh Rosatom State Atomic Energy Corporation.
Menjelajahi Jantung Kota Moskow dari Manege Square hingga GUM
Perjalanan menyusuri pusat Kota Moskow dimulai dengan berjalan kaki dari kawasan Voznesensky Pereulok. Trotoar kota yang bersih dan tertata rapi menyajikan pemandangan aktivitas warga lokal, mulai dari lalu lalang bus kota hingga deretan sepeda listrik sewaan yang terparkir rapi di berbagai sudut jalan.
Rute pejalan kaki membawa rombongan melintasi Manege Square, salah satu ruang terbuka hijau utama yang dilengkapi area pedestrian, taman, dan air mancur monumental. Di bawah kawasan ini, terdapat kompleks perbelanjaan bawah tanah Okhotny Ryad yang terhubung langsung dengan jaringan transportasi kereta bawah tanah Metro Moskow. Salah satu daya tarik di area subterranean ini adalah World Clock Fountain, yang menjadi simbol perjumpaan antara modernitas komersial dan nilai sejarah kota.
Perjalanan dilanjutkan menuju Alexander Garden, taman asri yang membentang di sepanjang dinding barat kompleks Kremlin, pusat pemerintahan sekaligus kantor resmi Presiden Rusia. Di area ini, berdiri megah bangunan pusat perbelanjaan legendaris GUM (Glavny Universalny Magazin) yang terkenal dengan arsitektur klasiknya.
Sensasi Kuliner Nostalgia dan Pesona Katedral Santo Basil
Saat melintasi kawasan GUM, menyicipi kuliner khas menjadi agenda yang tak terlewatkan. Salah satu yang paling diminati wisatawan adalah es krim legendaris GUM yang diproduksi mempertahankan resep tradisional sejak era Uni Soviet tahun 1954.
Dengan harga sekitar 100 rubel ( setara Rp 21 ribu) per porsi, es krim ini menawarkan tekstur renyah pada wadah wafel serta cita rasa khas yang pekat. Berbagai varian rasa populer seperti vanila, cokelat, pistachio, blueberry, hingga stroberi menjadi daya tarik nostalgia bagi warga lokal maupun wisatawan mancanegara.
Pemandangan di sekitar Red Square semakin lengkap dengan latar belakang visual Katedral Santo Basil yang ikonik lewat kubah warna-warninya, berdiri berdampingan dengan benteng bersejarah Kremlin. Memasuki periode musim gugur, operasional kunjungan ke kawasan Museum Kremlin dan Cathedral Square menyesuaikan dengan jadwal musim dingin, yakni dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post