Panggung panggung busana London Fashion Week baru saja mengukir sejarah baru. Bukan berasal dari rumah mode mewah berharga fantastis, kejutan terbesar justru datang dari ritel high-street legendaris asal Inggris, M&S (Marks & Spencer). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, merek favorit sejuta umat ini masuk dalam kalender resmi jadwal pergelaran busana paling bergengsi tersebut.
Langkah monumental ini bertepatan dengan perayaan satu abad perjalanan portofolio busana M&S sejak pertama kali meluncurkan lini pakaian pada tahun 1926. Mengusung konsep modern see-now-buy-now, publik dan penikmat mode tak perlu menunggu berbulan-bulan untuk memiliki koleksi eksklusif ini pasca-pameran berakhir.
Reinterpretasi Anggun Satu Abad Arsip Gaya
Mengambil tempat di Design Museum, London, M&S menampilkan 59 Look yang memadukan koleksi busana wanita dan pria. Seluruh rancangan merayakan perjalanan estetika selama seratus tahun, menghidupkan kembali siluet ikonik serta momen-momen gaya penentu sejarah mereka yang direka ulang untuk relevansi masa kini.
Garis rancangan kenamaan seperti Autograph dan Per Una tampil memukau di atas runway. Potongan klasik mulai dari tuksedo yang terstruktur, kemeja putih tajam, setelan twinset, busana rajut premium, hingga jaket penerbang berbahan suede dan motif floral khas arsip masa lalu hadir dalam nuansa yang lebih menyegarkan.
Siluet Feminin yang Mengalir dan Palet Warna Elegan
Pada lini busana wanita, ketegasan teknik penjahitan (tailoring) disandingkan secara kontras namun harmonis dengan busana berpotongan longgar yang mengalir. Sentuhan feminin begitu terasa melalui penggunaan kamisol renda dan rok pas badan yang terinspirasi dari arsip busana dalam (lingerie) masa lalu.
Kemeja klasik dipercantik dengan detail lipit (pleated) yang menegaskan lekuk pinggang, sementara celana berpotongan barrel-leg yang tengah menjadi tren global dihadirkan kembali dengan material nilon yang modern. Keseluruhan koleksi dibalut dalam palet warna netral yang lembut, sentuhan warna khaki yang hangat, elemen denim, serta aksen warna merah mencolok yang memberi kejutan visual.
Elegansi Pria: Perpaduan Klasik dan Gaya Kasual Modern
Bagi lini busana pria, kepiawaian dalam struktur tailoring menjadi sorotan utama. Namun, kesan kaku dilebur sempurna melalui paduan busana rajut mewah, pakaian luar (outerwear) berkelas, serta teknik tumpuk (layering) yang santai untuk menciptakan tampilan percaya diri tanpa terkesan berlebihan.
Beberapa potongan kunci yang mencuri perhatian antara lain car coat berbahan dry-wax dari British Millerain dengan kerah korduroi, denim selvedge asal Jepang, busana luar bermotif kotak-kotak warisan klasik, hingga setelan jas wol kancing ganda berdesain era 80-an dan setelan jas beludru yang mewah untuk malam hari.
Inklusivitas Lintas Generasi di Panggung Runway
Daya pikat acara ini semakin diperkuat oleh kehadiran para model papan atas dari berbagai era di atas panggung parade. Dengan rentang usia model mulai dari 21 hingga 60 tahun, nama-nama ikonik seperti Lara Stone, Erin O’Connor, Jodie Kidd, Karen Elson, hingga Lennon Gallagher turut memperagakan koleksi ini. Hal ini menegaskan komitmen ritel tersebut dalam merangkul keragaman konsumen lintas generasi.
Kemegahan panggung mode ini turut dihadiri oleh deretan selebriti dan tokoh ternama di barisan depan (front row), termasuk Dame Joan Collins, Ian Wright, David Gandy, Jessie Ware, hingga Pixie Geldof, yang semuanya tampil memukau dalam balutan busana M&S. Pencapaian ini membuktikan bahwa tren busana berkelas kini makin terjangkau dan inklusif bagi siapa saja.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post