Empat dekade lalu, gagasan untuk memadukan sepatu olahraga dengan setelan formal atau busana kerja adalah sebuah “dosa mode” yang tak terbayangkan. Namun hari ini, batas-batas antara gaya kasual dan formal telah melebur sepenuhnya, melahirkan estetika athleisure mewah yang mendominasi lemari pakaian modern. Di jantung revolusi gaya hidup ini, berdiri Hogan, label legendaris di bawah naungan Tod’s Group yang kini tengah merayakan hari jadinya yang ke-40 dengan menatap masa depan yang lebih berani.
“Merayakan ulang tahun ke-40 Hogan berarti menguji kembali sejarah kami melalui lensa masa kini: menghormati asal-usul kami, merangkul perubahan, dan terus memelihara rasa ingin tahu tentang apa yang belum datang,” ungkap Andrea Della Valle, Presiden Hogan. Perayaan ini bukan sekadar nostalgia manis, melainkan sebuah pernyataan visi global baru, ekspansi pasar Amerika Serikat, dan kolaborasi sinematik yang mendukung talenta muda kreatif.
Visi Visioner dari Sudut Kota New York
Sejak didirikan pada tahun 1986, kesederhanaan telah menjadi bahasa desain utama Hogan. Karakter desainnya bersih namun berani, minimalis namun langsung dikenali, dirancang khusus untuk mereka yang hidup dengan tujuan dan bergerak dengan penuh kemudahan. Della Valle mengenang kembali momen ketika inspirasi itu lahir di kawasan SoHo, New York, pada era 1980-an.
“Tinggal di sana membuat saya berpikir—di saat belum ada orang lain yang melakukannya—untuk menciptakan sneakers mewah yang dapat dikenakan sepanjang hari, tanpa peduli apa pun aturan busananya (dress code). Itu adalah masa ketika memasangkan sepatu olahraga dengan pakaian formal tampak sangat mustahil!” kenang Della Valle.
Bagi pencinta mode, era tersebut mengingatkan kita pada fenomena para wanita karier di Amerika Serikat yang, demi kepraktisan, mengenakan sepatu olahraga saat berangkat kerja di pagi hari, lalu menggantinya dengan sepatu hak tinggi begitu memasuki kantor—sebuah potret ikonik yang diabadikan secara apik oleh Melanie Griffith dalam film legendaris Working Girl (1988).
Ekspansi Global dan Penaklukan Kembali Pasar Amerika
Kini, setelah sukses besar di Eropa dan mencatatkan performa luar biasa di pasar China dengan proyeksi pendapatan mencapai 200 juta Euro pada akhir tahun ini, Hogan siap menaklukkan kembali pasar Amerika Serikat. Langkah ini dipandang sebagai tantangan baru yang sangat menarik oleh Della Valle.
“Kami jelas terlalu maju melampaui zaman kami saat pertama kali masuk ke sana,” seloroh Della Valle. “Namun pada tahun 2027, kami akan membuka butik resmi di New York, yang kemudian diikuti dengan perluasan distribusi ke seluruh pasar Amerika Serikat.”
Sinergi Mode dan Sinema: Proyek “Made to Move. Born to Rise”
Bagi Della Valle, sinema adalah salah satu media paling kuat saat ini untuk menciptakan dan menarasikan sebuah mitos, mampu mengubah kisah apa pun menjadi sesuatu yang luar biasa. Untuk merayakan hari jadi ke-40 ini, Hogan menggandeng empat sutradara muda lulusan Centro Sperimentale di Cinematografia di Roma, sekolah film paling bergengsi di Italia.
Kolaborasi ini melahirkan proyek antologi visual bertajuk “Made to Move. Born to Rise”. Dalam retrospektif visual ini, setiap sutradara ditantang untuk menerjemahkan satu dekade tertentu dan satu model sepatu kultus Hogan menjadi sebuah karya seni visual. Sepatu-sepatu ikonik ini hadir sebagai protagonis sunyi dalam narasi film:
- Model Traditional menjadi bintang dalam kisah dongeng kontemporer era 1980-an berjudul Celeste.
- Model Interactive menghadapi ketegangan kolektif malam pergantian tahun baru 2000 dalam film Nine Hundred.
- Model Olympia dan Rebel menjadi poros utama dalam produksi yang didedikasikan untuk era-era setelahnya.
Secara visual, seluruh film ini disatukan oleh palet warna biru yang dominan—sebuah rona yang melambangkan cakrawala terbuka luas. Palet warna ini juga dituangkan ke dalam koleksi kapsul perayaan bertajuk “Cool Blue” yang diluncurkan khusus untuk momen istimewa ini. Universitas Bocconi dipilih sebagai lokasi peluncuran, menegaskan komitmen brand untuk menjadikan pusat akademik sebagai ruang ideal bagi penyebaran dan pertukaran budaya.
Masa Depan yang Dinamis dan Dukungan untuk Generasi Muda
Della Valle menegaskan bahwa warisan sejarah (heritage) sebuah brand harus terus diinterpretasikan ulang dan tidak boleh menjadi penjara kreatif, ataupun sekadar menjadi ajang nostalgia sentimental yang melankolis. Fokus Hogan sepenuhnya tertuju pada masa depan. Hal ini selaras dengan nama “Hogan” sendiri yang dalam bahasa Gaelik berarti “masa muda”, serta direpresentasikan melalui logo sayapnya—simbol kebebasan, inovasi, keberanian, dan tekad.
Komitmen ini diwujudkan secara nyata melalui program beasiswa bagi para mahasiswa di Centro Sperimentale di Cinematografia. Hogan akan mendukung perjalanan akademis talenta muda dengan memberikan lima beasiswa penuh selama tiga tahun, guna mendorong keunggulan kreatif dan memfasilitasi akses ke pendidikan tingkat tinggi.
Kini, identitas Hogan telah bermutasi menjadi lebih multifaset, dinamis, dan terus berevolusi demi merangkul jiwa-jiwa visioner. Brand ini memilih untuk tidak mengenal batas ruang, waktu, maupun usia, dan terus berbicara kepada mereka yang berani melangkah melampaui hal biasa dengan gaya, energi, dan kepribadian yang kuat.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post