Pemerintah Indonesia hingga kini masih bersikap hati-hati terkait kepastian perpanjangan kontrak penyelenggaraan balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski kontrak lima tahun periode pertama akan berakhir pada musim 2026, kepastian apakah Indonesia akan tetap menjadi tuan rumah ajang balap motor paling gengsi di dunia tersebut kini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan bahwa pada dasarnya pemerintah mendukung penuh keberlanjutan ajang olahraga internasional ini. Namun, komitmen resmi untuk memperpanjang kontrak guna musim 2027 dan seterusnya belum bisa diputuskan secara sepihak tanpa arahan langsung dari kepala negara.
Koordinasi Lintas Kementerian dan Beban Finansial
Erick Thohir menjelaskan bahwa kelanjutan MotoGP di Indonesia melibatkan pertimbangan matang yang mencakup aspek operasional hingga komitmen finansial berteknologi tinggi dalam skala besar. Oleh karena itu, langkah ini memerlukan koordinasi ketat antarkementerian dan lembaga negara terkait, termasuk Kementerian Keuangan serta badan pengelola investasi Danantara Indonesia.
“Kita akan menunggu keputusan dari Bapak Presiden, dan beliau sendiri yang akan mengumumkannya nanti,” ujar Erick saat memberikan keterangan di Lombok.
Secara pribadi, Erick menegaskan dukungannya agar Mandalika tetap masuk dalam kalender ajang balap dunia. Menurutnya, keberadaan MotoGP memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas industri olahraga nasional, memperkuat citra Indonesia di mata dunia, serta menjadi pendorong utama sektor pariwisata kawasan Nusa Tenggara Barat.
Lampu Hijau dari Dorna Sports hingga 2031
Sikap berhati-hati yang diambil Jakarta berbanding terbalik dengan sinyal positif yang ditunjukkan oleh Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP. Pihak penyelenggara global justru mengindikasikan kesiapan mereka untuk terus memboyong ajang balap dunia ini ke Sirkuit Mandalika hingga kurun waktu 2031.
Deputy CEO Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, mengungkapkan bahwa kesepakatan awal yang ditandatangani pada dasarnya memiliki klausul opsi perpanjangan. Kontrak perdana mencakup durasi lima tahun untuk periode 2022–2026, dengan opsi perpanjangan lima tahun berikutnya yang berpotensi mengamankan posisi Mandalika di kalender MotoGP dari musim 2027 hingga 2031.
Menariknya, indikasi keberlanjutan ini juga mulai terlihat di tingkat internasional, di mana laman resmi MotoGP telah menampilkan jadwal sementara untuk musim 2027 yang mencantumkan Grand Prix Indonesia di Mandalika pada 31 Oktober 2027.
Evolusi Perjalanan Mandalika di Kalender Dunia
Sirkuit Mandalika mencatatkan sejarah pertama kali menggelar balapan MotoGP pada Maret 2022. Kala itu, debut Indonesia diwarnai hujan deras yang sempat menunda jalannya balapan sebelum akhirnya pebalap asal Portugal, Miguel Oliveira, keluar sebagai juara dalam kondisi lintasan basah.
Pada penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya, jadwal Grand Prix Indonesia digeser ke bulan Oktober. Perubahan ini menempatkan Mandalika dalam rangkaian tur Asia-Pasifik jelang akhir musim, bersandingan dengan balapan di Australia, Thailand, dan Malaysia. Penyesuaian jadwal ini sekaligus menghindari puncak musim hujan di awal tahun di kawasan Lombok, guna memastikan kualitas balapan yang lebih optimal dan aman bagi para pebalap dunia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post