Sinergi Tak Terduga Tiga Persona: Ketika Winky, Afgan, dan Maxime Melebur dalam “AURA”
Apa yang terjadi ketika seorang pionir kancah dansa elektronik, seorang solois pop R&B flamboyan, dan seorang aktor berbakat dengan kecintaan mendalam pada musik keras bersua di belakang panggung? Jawabannya adalah sebuah ledakan kreatif yang tak terduga. Pertemuan spontan di belakang panggung konser Retrospektif Afgan pada Juli 2026 lalu rupanya bukan sekadar basa-basi ruang tunggu. Obrolan santai antara Winky Wiryawan, Afgan, dan Maxime Bouttier tersebut justru menjadi cetak biru lahirnya sebuah kolaborasi segar bertajuk “AURA” yang resmi dilepas ke publik pada 1 Oktober 2026.
Kolaborasi lintas lini ini menjadi menarik karena masing-masing nama membawa bagasi musikalitas yang kontras. Winky dan Maxime dipertemukan oleh kecintaan kolektif mereka pada distorsi heavy rock, sementara ketertarikan Winky pada ranah funk dan R&B menjadi jembatan estetis untuk masuk ke dalam semesta vokal Afgan yang berkarakter kuat. Alih-alih terdengar memaksa, perbedaan ini justru menjadi bahan bakar utama yang membuat “AURA” tampil dengan karakter yang unik dan dinamis.
Sesi Jamming Intuitif dan Eksperimen Ketukan
Lahirnya “AURA” tidak instan. Proses kreatifnya sempat melewati fase trial-and-error ketika Winky dan Maxime mengirimkan beberapa demo aransemen kepada Afgan, namun belum menemukan frekuensi yang pas. Titik balik justru terjadi saat ketiganya memutuskan untuk masuk ke studio bersama dan melakukan sesi bermain musik (jamming) secara organik. Di sinilah magis itu terjadi; struktur lagu terbentuk secara intuitif dari energi yang saling bertukar di dalam ruangan.
Satu hal yang mencuri perhatian dari departemen instrumen adalah kehadiran Maxime Bouttier di balik kemudi drum. Dikenal luas lewat layar lebar, Maxime menunjukkan taringnya sebagai musisi dengan memberikan ketukan-ketukan presisi yang menjadi fondasi lagu. Lagu ini dibuka dengan ketukan drum tunggal yang bertenaga, sebuah keputusan aransemen yang diakui Maxime sebagai momen debut yang sangat memuaskan baginya. Sementara itu, Winky Wiryawan mengambil peran sebagai pengisi departemen gitar sekaligus produser, berkolaborasi dengan tangan dingin Kamga untuk memoles arsitektur suara lagu ini agar tetap ramah di telinga namun memiliki daya gedor yang pas.
Manifesto Percaya Diri dalam Balutan Vokal Prima
Dari segi lirik, “AURA” yang ditulis oleh Afgan merupakan sebuah tribut bagi mereka yang memiliki karisma magnetis—orang-orang yang kehadirannya mampu mengubah atmosfer ruangan menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Lebih dari sekadar lagu dansa penambah semangat, nomor ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya merayakan diri sendiri dan tampil percaya diri tanpa perlu mengkhawatirkan penghakiman dari luar.
Komitmen untuk menyajikan kualitas terbaik juga teermin dari bagaimana proses rekaman vokal berlangsung. Afgan, yang dikenal sebagai perfeksionis, bahkan meminta sesi rekaman ulang vokal menjelang tahap final pencampuran audio (mixing). Langkah ini diambil karena ia merasa kondisi fisiknya yang kurang prima pada sesi pertama tidak mampu menerjemahkan energi besar yang dituntut oleh lagu ini. Hasilnya? Sebuah performa vokal yang matang, bertenaga, dan melebur sempurna dengan aransemen garang garapan Winky dan Maxime.
Menanti Babak Baru di Atas Panggung
Rilisnya single ini tentu memicu rasa penasaran publik mengenai bagaimana formula ini akan dipresentasikan secara langsung di atas panggung. Hingga saat ini, ketiganya memang belum mengumumkan jadwal penampilan kolaboratif mereka dan memilih untuk bersikap santai demi melihat bagaimana publik merespons energi baru yang mereka tawarkan.
Bagi para penikmat musik tanah air, “AURA” adalah sebuah pembuktian bahwa sekat-sekat genre kini semakin tipis. Ketika ego dikesampingkan dan eksplorasi dikedepankan, kolaborasi dari tiga sudut pandang estetika yang berbeda ini berhasil melahirkan sebuah karya yang tidak hanya menyegarkan kuping, namun juga memberikan suntikan energi positif yang sangat dibutuhkan di lanskap musik hari ini.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post