PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan lompatan kinerja keuangan yang sangat signifikan pada semester I-2026. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) emiten pengolahan nikel dan material baterai ini melesat hingga 830% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai US$ 54 juta, berbanding jauh dari posisi US$ 6 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan profitabilitas ini disokong oleh kombinasi ekspansi volume produksi, optimalisasi lini pengolahan, serta membaiknya harga jual realisasi bijih nikel di pasar global. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, perseroan berhasil mengantongi pendapatan sebesar US$ 1,05 miliar atau tumbuh 67% yoy dibandingkan semester I-2025. Di saat yang sama, Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) MBMA meroket 306% yoy menjadi US$ 311 juta, mengindikasikan laju efisiensi operasional yang semakin solid.
Diversifikasi Produk dan Penerapan Formula Baru HPM
Pertumbuhan finansial MBMA secara umum ditopang oleh menguatnya kontribusi dari tiga lini produk utama, yakni bijih nikel, Nickel Pig Iron (NPI), serta High-Grade Nickel Matte (HGNM). Selain terdorong oleh peningkat volume penjualan, kinerja segmen bijih nikel mendapatkan sentimen positif dari implemetasi formula baru Harga Patokan Mineral (HPM).
Diversifikasi pendapatan emiten juga kian solid seiring masuknya komoditas baru dari proyek pendukung. Operasi Acid, Iron, Metal (AIM) yang dikelola oleh anak usahanya, PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), mulai membukukan penjualan asam secara komersial dan menyumbang diversifikasi arus kas bagi perseroan.
Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Oetomo, menegaskan bahwa capaian sepanjang semester I-2026 ini menunjukkan keberhasilan strategi integrasi operasional dari hulu ke hilir.
“Kinerja semester I-2026 mencerminkan penguatan eksekusi di seluruh operasi nikel terintegrasi MBMA. Peningkatan volume penambangan dan kinerja pengolahan yang lebih baik telah mendorong peningkatan laba secara signifikan. Kami akan menjaga momentum ini melalui disiplin operasional, peningkatan efisiensi secara berkelanjutan, serta eksekusi proyek-proyek pertumbuhan untuk semakin memperkuat posisi MBMA dalam rantai nilai nikel dan material baterai,” ujar Teddy dalam keterangan resminya.
Lonjakan Volume Produksi Hulu dan Stabilitas Smelter
Dari sisi operasional penambangan hulu, produksi bijih nikel MBMA melambung 121% yoy menjadi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt) pada semester I-2026, dari sebelumnya hanya 6,9 juta wmt pada semester I-2025. Pertumbuhan produksi tambang ini diikuti oleh kenaikan volume penjualan sebesar 60% yoy menjadi 12,4 juta wmt, yang terdiri dari 8,2 juta wmt limonit dan 4,2 juta wmt saprolit.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa efisiensi transportasi, peningkat utilitas alat berat, serta optimalisasi produktivitas pada area-area tambang utama menjadi kunci utama di balik peningkatan output bahan mentah tersebut.
Di sektor pengolahan hilir (smelter), rantai operasional MBMA juga mencatatkan pemulihan dan stabilitas penuh. Volume produksi dan penjualan NPI tercatat naik 20% yoy berkat selesainya pemeliharaan berkala pada fasilitas tungku sepanjang tahun 2025. Sementara itu, fasilitas pengolahan HGNM mencatatkan pencapaian impresif dengan volume produksi yang melonjak lebih dari dua kali lipat, sekaligus mendongkrak realisasi volume penjualan di pasar ekspor.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post