Insiden Tabrakan Kapal di Perairan Tuban, MV Khatulistiwa 8 Tenggelam usai Hantam Tongkang Pasir
Kecelakaan laut berat terjadi di perairan Tuban, Jawa Timur. Kapal kargo MV Khatulistiwa 8 tenggelam setelah mengalami kebocoran parah usai menabrak tongkang bermuatan pasir yang ditarik TB Berkat Bahari. Dari total 18 orang awak kapal (ABK), sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara satu orang perwira kapal dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian intensif.
Kapal pengangkut barang berbendera Indonesia tersebut mengangkut muatan sekitar 1.850 ton semen dalam kemasan pollyslings. Kapal sejatinya bertolak dari Terminal Khusus PT Semen Indonesia (SIG) Tuban menuju Sampit, Kalimantan Tengah, sebelum akhirnya mengalami insiden nahas sekitar 9 mil laut dari titik keberangkatan.
Kronologi Insiden di Tengah Laut
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Capt. Subuh Fakkurochman, menjelaskan bahwa insiden bermula saat MV Khatulistiwa 8 lepas sandar dari Terminal Khusus PT SIG Tuban sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, beberapa jam berselang saat melintas di posisi 06°39’210″ LS / 111°57’354″ BT, kapal tersebut menghantam armada tongkang.
“Sekitar pukul 21.37 WIB, pihak agen menerima informasi dari Kepala Kamar Mesin MV Khatulistiwa 8 bahwa kapal menubruk tongkang yang digandeng TB Berkat Bahari bermuatan pasir di perairan Tuban. Setelah kejadian tersebut, kapal mengalami kebocoran pada bagian lambung depan,” ujar Capt. Subuh.
Sinyal bahaya kemudian ditangkap oleh VTS Surabaya dan disiarkan melalui radio maritim Channel 16. Merespons darurat tersebut, pihak Syahbandar langsung menggalang koordinasi dengan Terminal Khusus TPPI (PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama) dan Terminal Khusus PPN (Pertamina Patra Niaga) Tuban untuk mengerahkan bantuan tim penolong.
Evakuasi Belasan ABK dan Pencarian Mualim I
Dua unit kapal tunda, yakni TB Amazon Harbour dan TB Multi Progres, bergerak cepat ke lokasi kejadian sekitar pukul 22.15 WIB. Proses evakuasi berhasil menyelamatkan 17 ABK, termasuk Nakhoda kapal, pada pukul 23.07 WIB. Seluruh korban selamat langsung dibawa menuju Terminal Khusus PT SIG Tuban.
Nahas, kondisi fisik MV Khatulistiwa 8 terus memburuk akibat masuknya air laut. Kapal mengalami kemiringan signifikan hingga akhirnya tenggelam sepenuhnya ke dasar laut pada pukul 23.45 WIB. Seluruh muatan ribuan ton semen ikut karam bersama badan kapal.
Satu korban yang hingga kini belum ditemukan diidentifikasi sebagai Mualim I atas nama Mayan Petter Saba. “Prioritas kami saat ini adalah pencarian terhadap satu awak kapal yang masih belum ditemukan, memastikan keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian, serta melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait,” tegas Capt. Subuh.
Langkah Tanggap Darurat dan Investigasi Lingkungan
Menindaklanjuti musibah ini, tim gabungan yang melibatkan KSOP Kelas III Tanjung Pakis dan Basarnas Brondong mengerahkan Kapal Patroli KNP 485 untuk menyisir area perairan sekitar guna menemukan korban yang hilang. Pihak otoritas pelabuhan juga menyebarkan Notice to Mariners guna memperingatkan kapal-kapal lain yang melintas agar mewaspadai titik bangkai kapal.
Selain fokus pada operasi SAR dan pengumpulan keterangan dari para saksi serta operator kapal, otoritas terkait mulai mengantisipasi potensi dampak ekologis. Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan bahwa pendataan dan pemantauan terus dilakukan untuk mengukur potensi pencemaran lingkungan laut akibat tenggelamnya kapal beserta muatannya tersebut.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post