Strategi Pemkot Probolinggo Kejar Target Satu Dekade Opini WTP
Pemerintah Kota Probolinggo tancap gas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi strategis agar seluruh perangkat daerah mampu meminimalisir celah kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun 2026, sekaligus menjaga asa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sepuluh tahun berturut-turut.
Agenda pembedahan laporan keuangan ini dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bedah Evaluasi LKPD TA 2025 dan Strategi Mitigasi LKPD TA 2026 Menuju Satu Dekade WTP Kota Probolinggo” yang berlangsung di Bale Hinggil, Kota Probolinggo.
Identifikasi Titik Rawan Pengelolaan Keuangan
Kepala BPPKAD Kota Probolinggo, Pujo Agung Satrio, menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah krusial untuk mengidentifikasi titik-titik rawan dalam pengelolaan kas daerah. Menurutnya, sinergi antara BPPKAD, Inspektorat, dan seluruh perangkat daerah adalah kunci utama untuk memastikan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
“Melalui kegiatan ini, kita melakukan koordinasi dan pembahasan bersama untuk merumuskan langkah strategis. Tujuannya agar setiap perangkat daerah memahami potensi risiko sebelum penyusunan LKPD 2026 dimulai, sehingga standar akuntansi pemerintahan dapat dipenuhi sepenuhnya,” jelas Pujo.
Transformasi Digital dan Manajemen Fiskal Terintegrasi
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menekankan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata, bukan sekadar menjadi catatan di atas kertas. Ia mendorong percepatan transformasi digital sebagai solusi untuk memperkuat pengawasan keuangan daerah.
“Kita akan mengoptimalkan manajemen fiskal dengan mengkoneksikan seluruh perangkat daerah dalam satu dashboard terintegrasi. Dengan sistem ini, pemantauan dan pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat dan akurat,” tegas dr. Aminuddin.
Ia juga meminta seluruh jajaran untuk memetakan simpul-simpul yang berpotensi menimbulkan persoalan sejak dini. Hal ini dianggap penting untuk mengawal target besar pemerintah kota dalam mempertahankan opini WTP hingga mencapai satu dekade.
Apresiasi bagi Perangkat Daerah Berkinerja Terbaik
Dalam rangkaian FGD yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai instansi, termasuk Perumda Air Minum Bayuangga dan Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, Pemkot Probolinggo memberikan apresiasi kepada perangkat daerah dengan kinerja laporan keuangan terbaik. Penilaian didasarkan pada aspek ketepatan waktu, aktualitas, dan akuntabilitas.
Adapun tiga perangkat daerah yang dinilai memiliki performa terbaik dalam penyusunan LKPD 2025 adalah:
- Inspektorat (Peringkat pertama)
- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
- Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata
Dengan evaluasi yang komprehensif ini, Pemkot Probolinggo optimis dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan tahun 2026, sekaligus memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih di mata publik.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post