Kebakaran Lereng Gunung Kawi Hanguskan 385 Hektare Hutan Perhutani
MALANG TODAY – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang menerjang kawasan Pegunungan Kawi di wilayah Kabupaten Malang berdampak serius terhadap ekosistem setempat. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, seluas 385 hektare kawasan hutan milik Perhutani Malang dilaporkan telah hangus dilalap si jago merah.
Peristiwa bencana ekologis ini melanda vegetasi hutan yang tersebar di tiga wilayah kecamatan sekaligus. Petugas gabungan hingga kini masih terus disiagakan di lapangan untuk melakukan pemantauan ketat guna memastikan tidak ada potensi munculnya kembali titik api baru.
Kecamatan Wagir Jadi Wilayah Terdampak Terparah
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengungkapkan bahwa vegetasi terluas yang terbakar berada di wilayah administratif lereng gunung bagian timur. Amukan api paling dominan melahap kawasan hutan di kawasan Wagir sebelum akhirnya meluas ke area sekitarnya.
“Luas area terdampak kurang lebih 385 hektare, terdiri atas 362 hektare di Kecamatan Wagir, 18 hektare di Kecamatan Ngajum, dan sekitar delapan hektare di Kecamatan Wonosari. Seluruh titik lokasi tersebut berada di dalam kawasan pangkuan Perhutani Malang,” tegas Sadono saat mengonfirmasi perkembangan situasi terkini, Selasa (22/9/2026).
Sinergi Pemadaman Darat dan Operasi Water Bombing Aerial
Proses pemadaman di area Pegunungan Kawi menghadapi tantangan berat akibat topografi lereng yang curam serta angin kencang. Guna menekan perluasan kobaran api, operasi darurat dikerahkan secara masif dengan melibatkan unsur Perhutani, BPBD, TNI, Polri, jaringan relawan bencana, serta masyarakat peduli api di sekitar kawasan hutan.
Mengingat medan yang sangat ekstrem dan sulit dijangkau oleh personil pemadam darat, strategi pemadaman terpaksa diperkuat dari udara. BPBD Provinsi Jawa Timur mengerahkan helikopter untuk melakukan operasi water bombing (pemboman air) di sejumlah titik krusial yang terisolasi.
“Meski intensitas kebakaran saat ini mulai menurun, pemantauan berkala tetap kami lakukan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api yang dipicu oleh sisa bara panas di bawah serasah kering,” tambah Sadono.
Imbauan Kewaspadaan untuk Masyarakat Malang Raya
BPBD Kabupaten Malang terus mengintensifkan koordinasi lintas instansi agar proses penyisiran dan pemantauan vegetasi berjalan optimal hingga lereng Gunung Kawi benar-benar dinyatakan aman total dari ancaman karhutla.
Pihak berwenang turut mengimbau seluruh warga Malang Raya, para pendaki, maupun masyarakat lokal yang beraktivitas di sekitar kaki gunung untuk tidak melakukan tindakan berisiko. Masyarakat dilarang keras membuat api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau membuka lahan dengan cara membakar di tengah kondisi cuaca kemarau yang membuat vegetasi hutan menjadi sangat rapuh dan mudah terbakar.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post