Perkuat Layanan Air Bersih, Tugu Tirta dan DLH Hijaukan Tangkapan Air Sumber Merjosari
Langkah konkret untuk menjaga ketahanan air bersih di Kota Malang terus dipacu. Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menggelar aksi kerja bakti massal dan penghijauan di kawasan Sumber Merjosari. Langkah strategis ini dilakukan guna mengamankan kawasan tangkapan air (catchment area) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi warga Bumi Arema.
Aksi lingkungan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati World Cleanup Day dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut difokuskan pada pembersihan material limbah, sampah rumah tangga, hingga sisa urukan tanah yang berpotensi merusak ekosistem mata air. Tak hanya membersihkan area, sebanyak 500 bibit pohon produktif jenis durian dan alpukat turut ditanam di sepanjang area resapan untuk memperkuat struktur tanah dan menjaga debit air bawah tanah.
Proyeksi Suplai 4.000 Pelanggan Baru di Wilayah Sukun dan Sekitarnya
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menegaskan bahwa pemeliharaan lingkungan di sekitar mata air merupakan fondasi utama sebelum melakukan ekspansi jaringan perpipaan. Menurutnya, keandalan suplai air bersih ke rumah-rumah warga sangat bergantung pada kondisi kelestarian hulu atau sumber air itu sendiri.
“Bagi Tugu Tirta, menjaga sumber air berarti menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Priyo di sela-sela kegiatan penanaman pohon.
Priyo menjelaskan, Sumber Merjosari menyimpan potensi debit air yang sangat menjanjikan untuk mengatasi persoalan krisis air bersih di beberapa kawasan padat penduduk. Berdasarkan izin pengambilan air yang telah dikantongi, Tugu Tirta mendapatkan alokasi debit sebesar 82 liter per detik. Saat ini, skema pengembangannya tengah diusulkan agar mendapat intervensi program bantuan infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Jika pengembangan jaringan dari Sumber Merjosari ini terealisasi penuh, Tugu Tirta diproyeksikan mampu menambah cakupan layanan hingga 4.000 sambungan rumah (pelanggan) baru. Wilayah yang disasar meliputi koridor selatan dan barat Kota Malang, seperti Kelurahan Karangbesuki, Tanjungrejo, Kebonsari, hingga kawasan Kecamatan Sukun.
Dorong Komitmen Bersama dan Penguatan Komunitas Lokal
Pembangunan infrastruktur fisik, lanjut Priyo, tidak akan berdampak jangka panjang tanpa diimbangi kesadaran menjaga ekosistem. Oleh karena itu, penguatan kawasan tangkapan air harus digarap secara gotong royong antara pemerintah, BUMD, dan masyarakat setempat.
“Kawasan tangkapan airnya harus kita rawat bersama agar potensi besar ini dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, DLH Kota Malang juga menyerahkan bantuan paket peralatan kebersihan kepada pengurus warga di lingkungan RW 06 Kelurahan Merjosari serta perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas World Cleanup Day. Edukasi langsung ini diharapkan memicu kesadaran warga sekitar agar tidak menjadikan area resapan air sebagai tempat pembuangan sampah ilegal.
Aksi kolaboratif ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi pemantik gerakan swadaya masyarakat Malang Raya dalam mengawal kelestarian sumber-sumber air lokal yang kian krusial.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post