Menyulap Sampah Daun Kering Sekolah Menjadi Briket Biomassa Bernilai Guna
Masalah penumpukan limbah organik di area persekolahan Kota Malang kini mendapat solusi kreatif. Tim Brida menginisiasi gerakan pemanfaatan sampah daun kering di lingkungan sekolah mitra menjadi briket biomassa. Inovasi bahan bakar alternatif ramah lingkungan ini dihadirkan untuk menekan volume limbah sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis sekolah.
Ketua Pelaksana Tim Brida, Kingkin, menegaskan bahwa penanganan limbah organik di area pendidikan harus bergeser dari sekadar pengumpulan dan pembuangan menuju pengolahan produktif. Langkah ini sangat krusial mengingat potensi sampah daun di sekolah kerap berakhir menumpuk, ditimbun, atau bahkan dibakar yang justru mencemari kualitas udara.
“Yang pasti pertama, ini mengurangi limbah. Itu menjadi fokus kami yang pertama. Sampah-sampah daun kering yang sebelumnya hanya dibuang bisa kami olah kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujar Kingkin saat memberikan keterangannya di Malang, Selasa (6/10/2026).
Proses Produksi Sederhana dan Berkelanjutan
Pengembangan inovasi briket biomassa ini memakan waktu penelitian dan uji coba selama kurang lebih tiga bulan. Menariknya, metode yang dikembangkan dirancang agar sangat mudah diadopsi oleh guru maupun siswa. Tim Brida secara sengaja memanfaatkan peralatan sederhana yang ada di lingkungan sekitar untuk menekan biaya produksi.
Dalam prosesnya, kaleng bekas dimanfaatkan sebagai wadah karbonisasi (pengarangan) sampah daun kering. Setelah melalui tahap karbonisasi, material daun yang telah menjadi arang dihaluskan, dicampur dengan bahan perekat ramah lingkungan, dicetak, dan kemudian dikeringkan hingga siap dijadikan bahan bakar alternatif.
“Kalau sampah-sampahnya bisa diolah, lingkungan sekolah juga bisa lebih tertata dan lebih bersih. Jadi, bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga bagaimana pengelolaannya bisa memberikan manfaat,” tambah Kingkin.
Edukasi Lingkungan dan Replikasi untuk Masyarakat Malang Raya
Kehadiran inovasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi program seremonial. Tim Brida menargetkan agar sekolah-sekolah mitra di Malang Raya dapat melanjutkan pengelolaan sampah berbasis potensi lokal ini secara mandiri meski masa pendampingan telah usai.
Lebih luas lagi, gerakan ini ditargetkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bagi pelajar dan masyarakat sekitar dalam memilah serta mengolah sampah organik. Melalui edukasi yang berkelanjutan, limbah daun kering yang kerap dianggap masalah kini terbukti mampu diubah menjadi energi terbarukan yang bermanfaat hemat biaya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post