JAKARTA — Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kejutan manis bagi dunia usaha guna menggairahkan iklim investasi dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah strategis ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara regulator dan pelaku industri sebagai mitra kunci pembangunan.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengambil kebijakan yang merugikan dunia usaha. Sebaliknya, berbagai regulasi yang diterapkan bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan (compliance) demi menciptakan iklim bisnis yang lebih sehat dan berkeadilan.
“Dunia usaha adalah mitra strategis pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan, pemerataan ekonomi, dan menjaga stabilitas nasional. Oleh karena itu, kami sedang menyiapkan serangkaian inisiatif baru yang akan memberi angin segar bagi para pelaku usaha,” ujar Dradjad dalam forum ekonomi terkemuka di Jakarta.
Inisiatif Baru dan Reformasi Regulasi
Meski masih merahasiakan tenggat waktu peluncurannya secara terperinci, Dradjad memberikan sinyal kuat bahwa kebijakan baru tersebut akan mencakup penyederhanaan regulasi dan langkah-langkah konkret dari sudut pandang transformasi ekonomi nasional. Ia mengimbau para pelaku usaha untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah agar tidak melewatkan momentum penting ini.
Pernyataan tersebut mengemuka di tengah komitmen pemerintah untuk menggenjot perekonomian melalui berbagai paket stimulus. Salah satu kebijakan yang baru saja digulirkan adalah perluasan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditunggung Pemerintah (DTP) yang menyasar pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan lintas sektor.
Langkah progresif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi beban operasional perusahaan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Pijakan Menuju Target Pertumbuhan 8 Persen
Kehadiran Dradjad di jajaran kabinet menandai kembalinya posisi wakil menteri di kementerian koordinator bidang perekonomian yang sempat kosong selama beberapa dekade. Ekonom senior sekaligus mantan anggota DPR ini diamanahkan untuk memperkuat tim ekonomi dalam merealisasikan target-target makro pemerintah.
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional mampu mencapai kisaran 6 persen pada 2027. Angka ini diposisikan sebagai batu pijakan penting untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sejalan dengan agenda tersebut, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan reformasi struktural secara agresif demi membenahi iklim investasi. Menurutnya, arus masuk modal asing maupun domestik menjadi mesin penggerak utama yang sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi roda perekonomian Indonesia ke depan.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post