MONTREAL — Indonesia secara resmi mengumumkan pencalonannya untuk memperebutkan kursi Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) periode 2026-2028. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat peran diplomasi udara nasional dalam merumuskan kebijakan penerbangan global, sekaligus mempererat kerja sama teknis dengan negara-negara berkembang.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan dalam resepsi diplomatik peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Kantor Pusat ICAO, Montreal, Kanada, pada Rabu (8/10). Acara ini dihadiri lebih dari 200 perwakilan dari negara-negara anggota ICAO serta para pelaku industri penerbangan internasional. Penentuan pencalonan Indonesia secara resmi akan diajukan pada Sidang Luar Biasa ICAO ke-43 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 November mendatang.
Kebutuhan Geografis dan Komitmen Diplomasi Udara
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang membentang lebih dari 17.000 pulau dengan populasi mencapai 280 juta jiwa, sektor transportasi udara merupakan urat nadi utama Indonesia. Kehadiran armada penerbangan yang andal tidak sekadar menjadi sarana konektivitas antarwilayah, tetapi juga pilar penyokong aktivitas ekonomi serta penghubung kawasan terpencil ke pasar domestik maupun internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa posisi geografis Indonesia memberikan perspektif unik dalam industri aviasi global. Menurutnya, bagi negara kepulauan seperti Indonesia, penerbangan sipil bukan sekadar industri bisnis semata, melainkan bagian dari jalan hidup yang menyatukan masyarakat di berbagai pelosok nusantara.
Duta Besar Indonesia untuk Kanada sekaligus Perwakilan Tetap RI di ICAO, Muhsin Syihab, menambahkan bahwa sektor penerbangan telah berkontribusi besar dalam akselerasi pembangunan nasional. Industri ini membuka aksesibilitas Indonesia ke panggung dunia serta memicu lahirnya berbagai peluang ekonomi baru.
Rekam Jejak Kepemimpinan dan Bantuan Teknikal
Dukungan terhadap peran aktif Indonesia juga datang dari internal organisasi. Presiden Dewan ICAO, Toshiyuki Onuma, mengapresiasi kontribusi konsisten Indonesia bagi negara-negara berkembang sejak bergabung menjadi anggota ICAO pada tahun 1950. Salah satu terobosan yang disorot adalah keberlanjutan program pelatihan Indonesia Developing Countries Training Program.
“Melalui program pelatihan tersebut, Indonesia secara konsisten telah membagikan keahlian dan keilmuan teknisnya kepada lebih dari 60 negara,” ujar Onuma.
Selain bantuan kapasitas teknis, Onuma juga memuji rekam jejak keselamatan dan keamanan penerbangan Indonesia yang dinilai terus menunjukkan standar di atas rata-rata global. Pencapaian ini merefleksikan komitmen tinggi pemerintah dalam menjaga regulasi dan keselamatan penerbangan sipil sesuai standar internasional.
Strategi Merebut Kembali Kursi Dewan ICAO
Sebagai badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan pada tahun 1947, ICAO memegang mandat utama dalam menyusun standar penerbangan sipil internasional serta mengoordinasikan kerja sama antarnegara anggota. Indonesia sendiri pernah menduduki posisi strategis sebagai anggota Dewan ICAO pada periode 1962 hingga 2002. Untuk memperkuat penetrasi diplomasinya, pemerintah kemudian membuka Kantor Kepentingan Indonesia di Kantor Pusat ICAO Montreal pada tahun 2012.
Selama satu dekade terakhir, Indonesia tidak hanya fokus pada pembenahan domestik, tetapi juga aktif memberikan bantuan keuangan, kepakaran teknis, dan program pelatihan bagi negara-negara berkembang guna memperkuat kapasitas aviasi global. Kembali menduduki kursi dewan akan memberikan ruang bagi Indonesia untuk terlibat langsung dalam perumusan arah kebijakan, regulasi keselamatan, dan masa depan industri penerbangan dunia.
Penyelenggaraan resepsi diplomatik di Montreal ini merupakan hasil kolaborasi KBRI Ottawa, Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Luar Negeri, serta didukung oleh BUMN penyedia jasa navigasi pelayaran udara, AirNav Indonesia. Acara tersebut juga menjadi ajang promosi budaya melalui penampilan seni gamelan Bali Giri Kedaton asal Montreal serta sajian kuliner khas nusantara.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post