JAKARTA — Pemerintah Indonesia secara agresif terus mendorong penetrasi industri kreatif nasional ke pasar global. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penjajakan kerja sama ekonomi dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC), kamar dagang bisnis yang menaungi lebih dari 600 entitas raksasa dalam ekosistem hiburan dunia di Amerika Serikat (AS).
Sinergi bilateral tersebut dibahas secara mendalam dalam forum bisnis bertajuk The 4th Indonesia-US Digital Technology Forum: Creative Economy yang digelar di Los Angeles, AS, pada 5–8 Oktober 2026. Forum ini menjadi fondasi penting bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dalam negeri untuk menembus jaringan distribusi dan investasi kelas dunia.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas, memimpin langsung delegasi Indonesia dan diterima oleh Presiden sekaligus CEO Hollywood Chamber of Commerce, Ron Frierson. Pertemuan bisnis ini memfokuskan pembahasan pada skema produksi bersama (co-production), pengembangan kapasitas talenta, hingga penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan industri kreatif.
“Kami berharap hubungan yang lebih erat dengan Los Angeles dapat membuka peluang bagi talenta kreatif, kekayaan intelektual, dan pelaku industri kreatif Indonesia untuk terhubung dengan jaringan global,” ujar Grata Endah Werdaningtyas.
Peluang Investasi dan Monetisasi Kekayaan Intelektual
Sebagai entitas bisnis bersejarah yang berdiri sejak 1921, Hollywood Chamber of Commerce mengelola hak kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dari dua ikon komersial global, yakni landmark Hollywood Sign dan Hollywood Walk of Fame. Kerja sama ini dinilai menjadi pintu masuk yang sangat bernilai ekonomi bagi IP lokal Indonesia untuk melakukan komersialisasi di tingkat internasional.
Presiden dan CEO HCC, Ron Frierson, menyambut positif potensi kerja sama komersial ini. Menurutnya, terdapat titik temu yang kuat antara dinamika kewirausahaan Indonesia dan ekosistem kreatif di kawasan Hollywood.
“Kami merasa terhormat dapat menyambut delegasi Indonesia. Kami berharap dapat mewujudkan hubungan tersebut menjadi kemitraan yang bermakna di bidang hiburan, pariwisata, dan bisnis, yang memberikan manfaat bagi para anggota kami serta mempererat hubungan antarkomunitas kita,” ungkap Ron Frierson.
Selain menjajaki kerja sama dengan HCC, delegasi Indonesia juga menggelar pertemuan bisnis dengan Wakil Wali Kota Los Angeles, Dilpreet Sidhu. Langkah ini ditujukan untuk menguatkan skema kemitraan sister city antara Jakarta dan Los Angeles yang telah terbangun sejak 1991, khususnya dalam akselerasi kapasitas subsektor film, musik, animasi, dan industri gim (gaming).
Mendorong Transfer Teknologi dan Pembukaan Akses Pasar Global
Guna memperluas potensi pendanaan dan penetrasi pasar, delegasi Indonesia turut menggelar penjajakan bisnis dengan deretan raksasa hiburan dan lembaga modal global. Di antaranya adalah Warner Bros. Discovery, agensi talenta William Morris Endeavor (WME), komunitas riset Artificial Intelligence (AI) Los Angeles, University of Southern California (USC), serta jaringan diaspora kreatif di California Selatan.
Sektor ekonomi kreatif, terutama subsektor film, animasi, musik, dan pengembang gim, saat ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia dengan nilai ekspor yang terus tumbuh. Kendati demikian, para pelaku usaha di dalam negeri masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan skala produksi, optimalisasi pemanfaatan IP, dan akses menuju rantai pasok global.
Di tengah disrupsi teknologi digital modern seperti integrasi AI dan pemrosesan efek visual (VFX), kemitraan strategis dengan ekosistem hiburan Los Angeles menjadi momentum krusial. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong transfer teknologi, memperbesar peluang skema pendanaan co-production, serta menaikkan standar kualitas industri kreatif nasional agar mampu bersaing secara global.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post