IHSG Melesat Usai Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen
Istimewa — Pasar saham Indonesia menutup perdagangan dengan zona hijau yang meyakinkan pada Kamis. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) menguat signifikan sebesar 0,94 persen atau naik 64,28 poin hingga mendarat di level 6.864,81. Penguatan tajam ini dihela langsung oleh respons positif para pelaku pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75 persen.
Keputusan BI yang konsisten menjaga tingkat suku bunga tersebut dinilai investor sebagai langkah strategis yang realistis. Kebijakan moneter ini berhasil memberikan kepastian di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus menjadi modal kuat bagi domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengendalikan laju inflasi nasional.
Sektor Keuangan dan Konsumer Jadi Motor Utama Penguatan
Sepanjang jam perdagangan, pergerakan IHSG tampil sangat perkasa di zona hijau tanpa menyentuh area merah sama sekali. Indeks sempat menyentuh level terendahnya di angka 6.800,53 pada pembukaan pasar, sebelum akhirnya melonjak hingga mencapai titik tertinggi harian di level 6.864,81 menjelang penutupan.
Berdasarkan data perdagangan, aktivitas transaksi bursa berlangsung sangat dinamis. Volume perdagangan mencatatkan angka sebanyak 21,4 miliar saham dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 9,8 triliun. Sebanyak 298 saham mencatatkan kenaikan harga, 214 saham melemah, dan 227 saham stagnan tanpa perubahan harga.
Hampir seluruh sektor saham menopang penguatan IHSG. Sektor keuangan menjadi penggerak utama dengan kenaikan pesat, disusul kuat oleh sektor barang konsumen primer (consumer goods) dan sektor infrastruktur. Saham-saham bank berkapitalisasi besar (big caps) mencatatkan lonjakan signifikan seiring tingginya aliran modal masuk dari investor domestik maupun asing.
Sentimen Regional dan Prospek Pasar Saham
Langkah tegas Bank Indonesia ini juga memberikan efek kejut positif yang berlanjut ke bursa kawasan Asia. Mayoritas indeks saham utama di Asia Tenggara dan Asia Timur turut ditutup menguat, terdorong oleh optimisme bahwa bank-bank sentral di kawasan berkembang mulai mencapai puncak siklus pengetatan moneter mereka.
Para analis pasar modal menilai, keputusan mempertahankannya suku bunga acuan pada tingkat 5,75 persen akan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung momentum pemulihan ekonomi nasional. Selama inflasi inti tetap terkendali dalam rentang target BI, lantai bursa domestik diproyeksikan masih memiliki ruang yang cukup terbuka untuk melanjutkan tren penguatan (bullish) hingga akhir kuartal ini.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post