Pemerintah terus mempercepat langkah transformasi ekonomi nasional melalui penguatan rantai industri dalam negeri. Langkah strategis ini diwujudkan lewat konsolidasi lintas kementerian guna menyinkronkan kebijakan hilirisasi komoditas unggulan agar lebih terarah, inklusif, dan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa koordinasi ketat akan difokuskan bersama sektor-sektor kunci, mulai dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Sinergi lintas kementerian ini sangat krusial untuk mengeliminasi hambatan regulasi dan mempercepat eksekusi di lapangan. Target utamanya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas,” ujar Bahlil dalam sebuah forum bisnis nasional di Jakarta.
Cetak Biru Hilirisasi dan Strategi Pemerataan Industri
Sebagai pijakan eksekusi, pemerintah telah menyiapkan cetak biru (blueprint) hilirisasi terintegrasi yang mencakup 28 komoditas strategis dari lima sektor utama, yakni mineral, batu bara, perikanan dan pertanian, perkebunan, serta kehutanan.
Bahlil menilai, keberhasilan strategi hilirisasi akan membawa pergeseran fundamental pada struktur ekonomi Indonesia, yakni mengubah basis pertumbuhan dari ketergantungan pada konsumsi menjadi sektor produksi berbasis nilai tambah. Kebijakan ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja berintegrasi tinggi sekaligus memicu hadirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan daerah.
Guna memastikan asas keadilan ekonomi, pemerintah berkomitmen tidak memusatkan pembangunan kawasan industri baru di Pulau Jawa. Penempatan fasilitas pengolahan dan manufaktur akan diprioritaskan di daerah yang berdekatan langsung dengan pasokan bahan baku.
“Prinsip pembangunan industri masa depan tidak boleh lagi Jawa-sentris. Kita harus mendekatkan industri ke sumber bahan mentahnya di daerah agar pemerataan ekonomi benar-benar terwujud,” tegas Bahlil.
Pelajaran Sukses Nikel dan Lonjakan Ekspor 10 Kali Lipat
Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat Ketua Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci utama penggerak transformasi ekonomi, sementara investasi menjadi mesin penopangnya.
“Kebijakan ini dirancang untuk membangun ekosistem industri manufaktur utuh dari hulu ke hilir di dalam negeri. Kita ingin memastikan seluruh potensi nilai tambah ekonomi dari pemrosesan sumber daya alam dapat diserap secara optimal oleh industri domestik,” terang Rosan.
Bukti konkret dari keberhasilan strategi ini terlihat jelas pada rantai pasok industri nikel. Indonesia kini telah berhasil membangun ekosistem komprehensif, mulai dari pemrosesan bijih nikel, manufaktur komponen anoda dan katoda, pembuat sel baterai dan battery pack, hingga fasilitas daur ulang baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Dampak ekonomi dari pengembangan ekosistem tersebut tercermin dari melonjaknya nilai ekspor nasional secara drastis. Pada periode 2016–2017, nilai ekspor nikel Indonesia baru mencatatkan angka sebesar US$ 3,3 miliar. Namun, seiring berjalannya konsistensi kebijakan hilirisasi, angka tersebut melesat hingga 10 kali lipat mencapai sekitar US$ 33 miliar pada 2025.
Pencapaian signifikan pada sektor mineral ini diyakini akan menjadi patokan (benchmark) sukses bagi pengaplikasian hilirisasi pada 27 komoditas strategis lainnya di masa mendatang.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post