Peringatan World Heart Day 2026 menjadi momentum strategis bagi Bali International Hospital (BIH) untuk mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan kardiovaskular berstandar global di Indonesia. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC) asal Jepang, BIH berupaya mengintegrasikan keahlian klinis internasional dengan akses layanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat tanah air.
Mengusung Semangat “Don’t Miss a Beat”
Sepanjang September 2026, BIH mengusung tema “Don’t Miss a Beat” sebagai rangkaian kampanye kesehatan jantung. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap kesehatan jantung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sistematis BIH dalam membangun international cardiac excellence.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 17 September 2026 melalui diskusi kesehatan yang membahas gangguan irama jantung dan peran cardiac imaging dalam diagnosis yang akurat. Selain itu, forum Cardiology Table Discussion yang digelar pada 23 September 2026 menjadi wadah bagi para ahli kardiologi di Indonesia untuk membedah pentingnya deteksi dini, ketepatan rujukan, serta koordinasi antarprofesi dalam perawatan pasien secara komprehensif.
Edukasi Publik dan Penguatan Kapabilitas Medis
Sebagai puncak kegiatan, BIH menggelar “Don’t Miss a Beat” Fun Walk Day pada 27 September 2026. Acara yang diikuti oleh sekitar 300 peserta—termasuk pasien, mitra korporasi, tenaga kesehatan, dan masyarakat umum—ini menjadi sarana edukasi praktis mengenai Basic Life Support (BLS), pemeriksaan tekanan darah, hingga skrining atrial fibrillation.
Kolaborasi antara BIH dan SCVC ini mencakup pengembangan layanan International Heart Check, konsultasi medis internasional, serta edukasi kesehatan digital. Pendekatan ini dirancang untuk menyatukan deteksi dini dan perspektif medis global dalam satu ekosistem pelayanan yang terpadu.
Transfer Pengetahuan dan Standar Global
COO Sapporo Cardio Vascular Clinic, Addie Chan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara merupakan kunci dalam menangani kasus kardiovaskular yang kompleks. Menurutnya, kemitraan ini bukan sekadar layanan medis, melainkan proses transfer pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi tim medis lokal. Sejauh ini, kolaborasi tersebut telah mencatatkan berbagai prosedur medis canggih, seperti TAVI, M-TEER, AVR, CTO PCI, hingga MICS CABG.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Bali International Hospital, dr. Sheira Aurani, MPH, FISQua, menyatakan bahwa kehadiran SCVC memperkuat visi BIH untuk menyediakan akses keahlian jantung internasional tanpa harus ke luar negeri. “Kami percaya bahwa kemitraan internasional bukan hanya tentang mendatangkan ahli dari luar, tetapi bagaimana keahlian tersebut ditransfer dan dikembangkan bersama tim lokal untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi pasien,” ungkapnya.
Transformasi Layanan Kesehatan Nasional
Di sisi lain, Indonesia Healthcare Corporation (IHC) sebagai induk usaha BIH memandang kolaborasi ini sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional. Direktur Komersial IHC, dr. Harmoni Wijaya, MD, menekankan bahwa kemitraan strategis dengan institusi medis internasional adalah instrumen penting untuk memperkuat kapabilitas layanan kesehatan di Indonesia.
Dengan mengusung semangat International Cardiac Expertise, Closer to Home, BIH berkomitmen menjadikan momentum World Heart Day sebagai titik tolak perjalanan panjang dalam meningkatkan kualitas layanan kardiovaskular yang lebih unggul, inklusif, dan berstandar internasional bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post