Kualitas udara dalam ruang kerja modern sering kali menjadi ancaman tak kasat mata yang terabaikan. Di balik gedung-gedung perkantoran megah bermesin pendingin ruangan tertutup, bahaya polusi udara dalam ruangan terus mengintai kesehatan dan produktivitas para pekerja. Berangkat dari ancaman nyata ini, sebuah perusahaan rintisan teknologi lingkungan bernama Greenairy menghadirkan inovasi bio-teknologi yang menggabungkan kekuatan alami tanaman dengan rekayasa sistem untuk menetralisasi racun udara secara radikal.
Ancaman Senyap di Ruang Tertutup dan Batasan Filter Konvensional
Inovasi ini diinisiasi oleh Tanvi Thombre dan Lakshya Saraf, dua teknokrat muda yang mengawali riset mereka saat masih menjadi mahasiswa teknik di laboratorium ruang reka (makerspace) kampus. Pengalaman traumatis menjadi pemicu utama riset mereka. Tanpa disadari, mereka terus-menerus terpapar gas beracun dari pemotong laser, pencetak 3D, dan proses penyolderan. Bahaya tersebut baru disadari secara penuh ketika sahabat Thombre mengalami pingsan mendadak dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut membuka fakta bahwa polusi udara dalam ruangan merupakan risiko kesehatan kritis, khususnya di area sekolah, perkantoran, hotel, hingga pusat kecantikan. Bangunan komersial ber-AC umumnya memiliki sirkulasi udara tertutup tanpa ventilasi jendela yang memadai, sehingga polutan terperangkap dalam jangka panjang.
Sistem pemurni udara (air purifier) konvensional dengan filter HEPA maupun ionisator medis terbukti memiliki keterbatasan mendasar. Meskipun efektif menyaring partikel mikroskopis seperti debu dan serbuk sari, perangkat biasa sangat lemah dalam mengatasi gas beracun serta racun kimia berbahaya seperti karbon dioksida, formaldehida, dan benzena. Senyawa-senyawa ini tergolong sebagai Volatile Organic Compounds (VOCs)—zat kimia yang mudah menguap dan menjadi pemicu utama sick building syndrome serta penurunan fungsi kognitif dan produktivitas kerja.
Rekayasa Menara Tanaman: Solusi Biologis Tanpa Limbah Filter
Menjawab tantangan tersebut, Greenairy mengembangkan inovasi berupa menara tanaman terintegrasi (plant towers). Teknologi ini dirancang khusus untuk menarik udara kotor, mengurai gas beracun melalui mekanisme biologis, lalu menghembuskan kembali udara bersih ke dalam ruangan.
Secara teknis, tanaman pot biasa memang mampu menyerap polutan, namun prosesnya berlangsung sangat lambat dan tidak signifikan untuk skala ruang komersial. Greenairy merekayasa lingkungan mikroklimat di sekitar tanaman tersebut. Dengan mengoptimalkan aliran udara dan interaksi mikrobia pada zona perakaran, kemampuan tanaman dalam menetralisasi polutan meningkat secara drastis dibanding metode konvensional.
Berbeda dengan pemurni udara berbasis filter kimia yang cakupan pembersihan VOC-nya terbatas serta membutuhkan penggantian berkala, pendekatan berbasis bio-teknologi ini tidak menghasilkan produk sampingan berbahaya dan sepenuhnya bebas dari biaya perawatan penggantian filter pengganti.
Uji Klinis dan Validasi Standar Internasional
Pengujian independen telah dilakukan di beberapa lokasi perkantoran di Singapura menggunakan monitor udara berstandar sertifikasi RESET. Dalam studi komparatif antara ruang berteknologi menara Greenairy, ruang ber-ionisator kelas medis, dan ruang ber-filter HEPA, hasil menunjukkan performa menara biologis jauh unggul.
Sistem menara tanaman mencatatkan tingkat konsentrasi VOC terendah sekaligus kecepatan laju pembersihan gas beracun tertinggi. Dalam jam kerja reguler, terjadi penurunan seketika hingga 50 persen pada rata-rata harian maupun lonjakan puncak kadar VOC. Efisiensi pembersihan ini diproyeksikan terus meningkat seiring makin matangnya ekosistem tanaman dan mikroorganisme tanah dalam menara.
Kredibilitas inovasi ini makin solid setelah mendapatkan validasi hasil pengujian dari lembaga sertifikasi independen terkemuka asal Jerman, TÜV SÜD. Menyusul keluarnya sertifikasi resmi ini, Greenairy bersiap melangkah ke fase manufaktur skala besar.
Ekspansi Global dan Target Komersialisasi
Saat ini, kedua pendiri menjalankan strategi operasional lintas benua. Saraf mengawal pengembangan dari kawasan pusat inovasi Lembah Silikon di Berkeley, California, untuk fokus pada penggalangan modal ventura. Sementara itu, Thombre memimpin komando pengujian teknis dan riset operasional di Singapura.
Sesuai dengan skema peta jalan bisnis perusahaan, Greenairy menargetkan konsolidasi operasional penuh di Singapura pada semester pertama tahun 2027. Periode tersebut akan menjadi tonggak sejarah dimulainya peluncuran produk massal pertama serta instalasi komersial perdana bagi basis klien korporat mereka di Asia Tenggara.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.










Discussion about this post