NAGOYA — Gelora nasionalisme dan semangat persatuan mewarnai kedatangan kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang. Deretan musisi kenamaan asal Papua, seperti Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa Soa, tampil memimpin pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat menyambut kedatangan para atlet Tanah Air di Nagoya.
Tak hanya saat penyambutan awal, deretan penyanyi bertalenta ini juga membawakan rangkaian lagu-lagu nasional serta tembang khas Tanah Papua dalam acara peresmian Rumah Indonesia di Nagoya. Agenda tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini P Sjahrir, serta jajaran atlet dan ofisial tim nasional.
Membawa Warna Papua ke Panggung Internasional
Kehadiran para seniman Tanah Papua di ajang olahraga terbesar se-Asia ini terwujud berkat dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI), yang berkomitmen memberikan ruang bagi talenta lokal untuk berkiprah di tingkat global. Penyanyi Nowela Mikhelia mengungkapkan rasa bangga dan harunya dapat menjadi bagian dari perjuangan diplomasi budaya dan olahraga Indonesia.
“Bisa berada di sini, membawa nama Papua dan menyanyikan Indonesia Raya untuk memberikan dorongan semangat kepada atlet-atlet Indonesia adalah pengalaman yang sangat berarti. Kami datang dari Papua memboyong doa dan semangat membara untuk Indonesia,” ujar Nowela.
Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat ini menambahkan bahwa kesempatan menggung di tengah atmosfer kompetisi internasional merupakan pencapaian berharga. Ia juga mengapresiasi pihak penyokong yang terus konsisten membuka jalan bagi seniman daerah. “Saya bangga bisa membawa warna Papua ke Jepang sekaligus menyuntikkan energi positif bagi Tim Indonesia. Semoga makin banyak talenta Papua yang mendapat ruang menunjukkan karyanya kepada dunia,” tambahnya.
Suntikan Moral Bagi Kontingen Indonesia
Kedatangan dan pertunjukan seni dari para musisi Papua ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pimpinan kontingen. Chef de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menilai kehadiran unsur kebudayaan lokal sangat efektif meningkatkan kebersamaan dan mental bertanding para atlet.
“Kami bangga melihat musisi-musisi Papua hadir langsung di Nagoya. Mereka tidak hanya membawa kekayaan budaya daerah, tetapi juga menyobek batas untuk menyatukan semangat Indonesia. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dan menambah motivasi bertanding bagi seluruh kontingen,” tegas Todotua.
Dukungan Berkelanjutan bagi Potensi Daerah
Sementara itu, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa fasilitasi terhadap para seniman Papua ke Jepang merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memupuk rasa kebersamaan nasional serta memberdayakan potensi lokal.
“Papua memiliki begitu banyak talenta dengan karya dan potensi yang sangat membanggakan. Kami ingin ikut membuka kesempatan agar mereka memperoleh pengalaman baru di tingkat internasional, sekaligus memperlihatkan identitas kebudayaan Papua di panggung yang lebih luas,” ungkap Tony Wenas.
Melalui perpaduan olah suara dan kebudayaan ini, para musisi Papua berharap pesan persatuan dan dukungan moral dari tanah kelahiran mereka dapat sampai ke dada para atlet Indonesia yang sedang berjuang memperebutkan medali di Aichi-Nagoya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post