Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia (IDX: GIAA), resmi melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran direksi dan komisarisnya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis, para pemegang saham sepakat menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama yang baru. Thomas menggantikan posisi Glenny H. Kairupan, yang kini dialihkan tugasnya menjabat sebagai Komisaris Utama menggantikan Fadjar Prasetyo.
Langkah strategis ini diambil di tengah upaya keras maskapai pelat merah tersebut untuk menjaga momentum pemulihan operasional, meskipun kondisi neraca keuangan perusahaan masih dibayangi tekanan yang cukup berat.
Tantangan Finansial di Tengah Tren Pemulihan Pendapatan
Pergantian nakhoda kepemimpinan ini terjadi saat Garuda Indonesia sebenarnya mulai menunjukkan sinyal positif dalam pemulihan kinerja bisnis. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan maskapai melonjak hingga 16 persen menjadi USD 1,80 miliar pada semester pertama tahun 2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 1,55 miliar. Selaras dengan itu, rugi bersih perusahaan juga berhasil ditekan menyusut sebesar 23,2 persen menjadi USD 113 juta.
Kendati demikian, posisi keuangan Garuda masih menghadapi tantangan yang sangat krusial. Berdasarkan laporan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ekuitas perusahaan tercatat merosot menjadi minus USD 163 juta per 30 Juni, dari posisi minus USD 39,3 juta pada akhir tahun 2025. Jika memperhitungkan kepentingan non-pengendali sebesar USD 110,8 juta, total ekuitas Garuda berada di angka minus USD 52,2 million.
Penurunan ini cukup mengejutkan mengingat belum genap setahun lalu ekuitas Garuda sempat kembali ke zona positif. Hal tersebut terjadi setelah adanya suntikan modal jumbo senilai USD 1,4 miliar dari Danantara Asset Management pada November 2025, yang awalnya dialokasikan untuk mendukung restrukturisasi dan pemulihan armada pesawat.
Profil Thomas Oentoro dan Amunisi Baru Direksi
Sosok Thomas Sugiarto Oentoro bukanlah orang baru di lingkungan Garuda Indonesia. Sebelum dipercaya memimpin sebagai Direktur Utama, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak Oktober 2025 dan pernah menduduki posisi Komisaris Independen pada periode 2023-2024. Pengalaman panjang ini memberikannya pemahaman mendalam terkait pengawasan sekaligus manajemen transformasi maskapai.
Sebelum berkarier di Garuda, Thomas memiliki rekam jejak mentereng di sektor finansial dan investasi. Ia pernah menjabat sebagai Chief Risk Officer di Indonesia Investment Authority (INA) pada 2024-2025, Vice President di Mezzanine Capital Unit OCBC, serta Managing Director di KV Asia Capital. Dari sisi akademis, Thomas merupakan lulusan bidang keuangan dari NYU Stern School of Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.
Guna memperkuat jajaran manajemen baru, Garuda juga merekrut sejumlah eksekutif dengan reputasi internasional di industri penerbangan global. Posisi Direktur Komersial kini dijabat oleh Alan McIntyre, yang sebelumnya merupakan Executive Manager Strategy di Qantas Group dan Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar.
Sementara itu, posisi Direktur Operasi dipercayakan kepada Eric Ferdinand Sofyal, yang membawa pengalaman matang sebagai mantan Direktur Operasi Citilink serta berbagai posisi operasional strategis di internal Garuda.
Susunan Lengkap Pengurus Baru Garuda Indonesia
Berikut adalah susunan terbaru Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Garuda Indonesia hasil keputusan RUPSLB:
Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
- Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
- Direktur Teknik: Mukhtaris
- Direktur Komersial: Alan McIntyre
- Direktur Human Capital & Corporate Services: Dina Sandri Fani
- Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
- Komisaris: Sugito Anjasmoro
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris Independen: Mawardi Yahya
- Komisaris Independen: Jaan Albrecht (Mantan CEO Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance)
- Komisaris Independen: Trey Urbahn (Mantan penasihat senior di Spirit Airlines, Etihad Airways, dan TAP Air Portugal)

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post