MALANG TODAY – Tim pemancing asal Indonesia yang diperkuat oleh dua nelayan senior asal Ternate, Maluku Utara, Nasrun Masraoly (48) dan Nurdjan Soleman (67), berhasil menyelesaikan keikutsertaan mereka dalam ajang IV International Fishing Tournament. Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh perusahaan energi nuklir terkemuka Rusia, Rosatom State Atomic Energy Corporation, tersebut berlangsung di kawasan Danau Udomlya, Rusia.
Meski belum berhasil membawa pulang trofi kemenangan usai persaingan ketat selama sepekan di Negeri Beruang Merah, kontingen Indonesia mendapatkan pengalaman diplomasi kebudayaan, wawasan ekologi, hingga pembuktian keamanan lingkungan di sekitar area fasilitas nuklir secara langsung.
Tantangan Teknis dan Pengujian Radiasi Ikan di PLTN Kalinin
Persaingan di Danau Udomlya terbukti penuh dengan dinamika teknis. Meskipun perangkat pendeteksi ikan (sonar) memperlihatkan populasi ikan yang melimpah di bawah permukaan air, faktor lalu-lalang perahu dan kondisi cuaca lokal membuat perburuan ikan jenis zander menjadi sangat menantang. Tim Indonesia harus puas mendapati hasil tangkapan yang terbatas hingga kompetisi berakhir.
Namun, nilai strategis dari ajang ini terletak pada lokasi perlombaan yang berdekatan langsung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kalinin. Seusai lomba, seluruh delegasi internasional menyaksikan secara langsung demonstrasi pengujian kadar radiasi terhadap sampel ikan hasil tangkapan yang diambil secara acak.
Hasil pengujian instrumen menunjukkan bahwa tingkat paparan radiasi pada biota air danau berada pada batas aman dan sangat rendah. Kepala Departemen Perlindungan Lingkungan PLTN Kalinin, Andrey Danilkin, menegaskan bahwa pemantauan ekosistem dilakukan secara berkala dan menyeluruh bersama lembaga independen Tverskoy Gidromet.
Andrey Danilkin menyatakan bahwa secara matematis dan ilmiah, tidak ada perbedaan karakteristik ekologis antara ikan di Danau Udomlya dengan danau-danau murni lainnya di wilayah Rusia. Keberadaan ekosistem yang tetap subur di sekitar reaktor menjadi indikator bahwa kegiatan pemantauan regulasi lingkungan berjalan sesuai standar ketat Federasi Rusia.
Eksplorasi Sejarah Budaya dan Hasil Akhir Kompetisi
Di luar agenda kompetisi olahraga, delegasi peserta berkesempatan mendalami jejak sejarah dan kebudayaan lokal melalui kunjungan ke Udomelsky Museum of Local Lore di pusat kota Udomlya. Museum tersebut merekam jejak perkembangan kawasan Wilayah Tver serta keterkaitannya dengan sejumlah tokoh besar dunia, mulai dari ilmuwan kimia Dmitri Mendeleev, penemu teknologi radio Alexander Popov, hingga maestro seni rupa Isaac Levitan.
Rangkaian agenda resmi internasional ini diakhiri dengan malam penganugerahan dan gala dinner yang bertempat di Gedung Serbaguna Kota Udomlya. Dalam kompetisi ini, Tim Malaysia sukses meraih gelar juara kategori ikan terbesar melalui tangkapan zander berbobot 1,7 kilogram. Kategori jumlah tangkapan terbanyak (most catch) diraih oleh tim tuan rumah Rusia, sedangkan delegasi Hungaria dianugerahi penghargaan khusus Will to Win.
Meskipun kontingen Indonesia belum berhasil mengamankan gelar juara pada edisi tahun ini, partisipasi aktif nelayan Nusantara di ajang internasional ini menjadi simbol penting pertukaran budaya, penguatan jejaring publik global, serta pembelajaran langsung terkait tata kelola lingkungan berbasis teknologi tinggi.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post