Menggali Akar Kuliner, Kota Batu Matangkan Langkah Menuju Kota Kreatif Gastronomi
KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata kuliner berbasis warisan budaya. Langkah ini ditandai dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kelayakan Batu Kota Kreatif Gastronomi di Rumah Kemasan PLUT KUMKM Agrokreatif.
Mengusung tema besar “Lintas Masa Gastronomi Daerah Batu”, forum ini menjadi wadah krusial untuk memetakan kekayaan kuliner lokal tidak sekadar sebagai produk konsumsi, melainkan sebagai ekosistem utuh yang mengintegrasikan sejarah, nilai budaya, sektor pertanian, hingga industri pariwisata modern di Malang Raya.
Empat Pilar Gastronomi: Dari Sejarah hingga Nilai Ekonomi
Sejarawan sekaligus penulis buku Sejarah Daerah Batu, Dr. Drs. M. Dwi Cahyono, M.Hum., menegaskan bahwa penataan identitas kuliner daerah tidak boleh berpuas diri hanya pada keberadaan makanan khas. Menurutnya, terdapat empat konteks utama yang saling bertautan dalam membentuk karakter gastronomi Kota Batu dari masa ke masa, yakni ekologis, sosial, budaya, dan pariwisata.
“Pengembangan gastronomi tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan makanan dan minuman khas daerah. Kajian perlu mencakup sejarah kuliner, ekosistem dan rantai nilai, serta keterkaitan lingkungan, kehidupan sosial, kebudayaan, dan aktivitas pariwisata,” tegas Dwi Cahyono saat menyampaikan paparan materi.
Dari sudut pandang ekonomi, Kota Batu memiliki keunggulan kompetitif yang jarang dimiliki daerah lain. Sektor pertanian yang subur berfungsi sebagai pemasok bahan baku alami, sementara sektor pariwisata bertindak sebagai mesin penggerak pasar. Penggabungan kedua potensi ini melalui industri kreatif diyakini mampu melahirkan pengalaman wisata naratif (storytelling), inovasi kemasan, serta peningkatan nilai tambah ekonomi bagi para petani dan pelaku UMKM lokal.
Akulturasi Budaya dan Jejak Lanskap Kuliner Lokal
Perspektif antropologi memperkaya arah kajian ini. Ary Budiyanto, S.S., M.A. (Ary Desoto), akademisi Antropologi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya sekaligus tim penyusun kajian, memaparkan bahwa kekayaan gastronomi Kota Batu juga dibentuk oleh proses interaksi sosial yang dinamis dengan warga pendatang.
Salah satu fakta menarik yang disoroti adalah kontribusi masyarakat asal Lamongan yang turut mewarnai lanskap kuliner harian di Kota Batu. Kehadiran menu populer seperti Soto Lamongan hingga olahan gado-gado dengan racikan bumbu siram hangat menjadi bukti nyata betapa mobilitas penduduk dan adaptasi bahan pangan lokal saling berkelindan.
“Gastronomi berkembang melalui perjumpaan budaya, mobilitas masyarakat, adaptasi bahan pangan, serta kebiasaan makan. Oleh karena itu, kajian ini menelusuri tidak hanya asal-usul resep, tetapi juga proses sosial dan sejarah yang membentuk kebiasaan kuliner masyarakat setempat,” jelas Ary Budiyanto.
Sinergi Hexahelix demi Peta Jalan Kota Kreatif Dunia
Proses penyusunan kajian kelayakan ini melibatkan pendekatan hexahelix secara komprehensif. Berbagai elemen strategis lintas sektor hadir untuk menyamakan persepsi, mulai dari unsur jajaran Pemkot Batu seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Pariwisata, Diskominfo, Bappelitbangda, hingga Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu.
Forum ini juga menggalang pemikiran dari akademisi sekolah kejuruan, komunitas Petani Muda Berjaya, Batu Creative Hub, Dewan Kesenian Kota Batu, pelaku usaha travel, perhimpunan pemandu wisata, hingga insan pers media siber.
Melalui perumusan peta jalan ini, Pemerintah Kota Batu bertekad membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga kelestarian pengetahuan tradisi lokal, tetapi juga memperkuat daya saing Kota Batu agar siap menembus jejaring kota kreatif di tingkat nasional maupun internasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post