Perayaan diplomasi kuliner bertajuk Rendez-vous Rasa 2026: France – Indonesia Gastronomy Week resmi dibuka di Institut Français d’Indonésie (IFI) Jakarta pada Rabu (23/9/2026). Memasuki edisi keempat, festival ini menjadi ajang selebrasi perpaduan budaya cita rasa antara Prancis dan Indonesia dengan melibatkan lebih dari 160 restoran yang tersebar di 40 kota di seluruh Nusantara.
Diplomasi Kuliner dan Kerjasama Strategis Dua Negara
Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Fabrice Fize, menegaskan bahwa Prancis dan Indonesia memiliki kecintaan mendalam yang sama terhadap dunia kuliner. Menurutnya, gastronomi bukan sekadar urusan santap-menyantap, melainkan medium kebudayaan yang bernilai tinggi.
“Dalam masyarakat kedua negara, gastronomi adalah sumber kebanggaan, sarana penularan nilai antargenerasi, dan cara yang ampuh untuk menyatukan orang-orang dalam kegembiraan,” ujar Fabrice Fize saat membuka gelaran tersebut.
Lebih lanjut, Fabrice menjelaskan bahwa sektor gastronomi kini menjadi salah satu pilar kerja sama prioritas yang telah disepakati oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto. Kesepakatan strategis ini sebelumnya dirumuskan dalam pertemuan ikonis kedua kepala negara di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Mei 2025 lalu. Kerjasama ini mencakup penguatan pendidikan pelatihan vokasi hingga promosi warisan kuliner berkelanjutan.
Dampak Ekonomi dan Potensi Wisata Kuliner
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah Indonesia. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menilai pergelaran ini memiliki korelasi kuat terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Ayu Marthini membeberkan bahwa sekitar 58 persen dari total pengeluaran wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia dialokasikan untuk aktivitas kuliner. Angka tersebut membuktikan potensi gastronomi sebagai penggerak utama ekonomi wisata.
“Betapa besar dan kuasanya gastronomi bagi kami,” tegas Ayu Marthini mengapresiasi kolaborasi lintas negara ini.
Rangkaian Acara: Dari Chef Michelin hingga Edukasi Vokasi
Atase Kebudayaan Kedubes Prancis untuk Indonesia, Carole Meyer, memaparkan bahwa selama 12 hari penyelenggaraan, Rendez-vous Rasa 2026 menyajikan lebih dari 200 mata acara menarik. Agenda tersebut meliputi Prestige Dinners, lokakarya interaktif, demonstrasi memasak, hingga pemutaran film kebudayaan.
“Kami sangat senang dapat menyatukan begitu banyak pelaku gastronomi di seluruh negeri. Ini menunjukkan betapa relevannya kolaborasi kami dengan mitra-mitra di Indonesia,” kata Carole Meyer.
Daya tarik utama festival tahun ini ditandai dengan hadirnya koki berbintang Michelin asal Prancis, Chef Stéphane Carrade, yang menggelar aksi demo memasak serta jamuan kolaborasi (four-hands dinner) bersama para koki lokal ternama di empat kota besar: Jakarta, Makassar, Surakarta, dan Bandung.
Selain kelas profesional, aspek edukasi turut dihadirkan melalui peragaan memasak langsung oleh Chef Fabrice Daniel dari akademi kuliner legendaris Le Cordon Bleu Paris. Sesi khusus ini ditujukan bagi para pelajar sekolah vokasi, mahasiswa politeknik, dan masyarakat umum guna memperkaya wawasan teknik memasak kelas dunia.
Guna melengkapi pengalaman budaya, festival ini juga menyajikan program pemutaran film animasi komedi-musikal Prancis pemenang penghargaan, Chicken for Linda! (Poulet pour Linda!), yang diputar di berbagai jaringan pusat kebudayaan IFI di Indonesia.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post