Klimaks Emosional Menuju Album Kedua: mpq Rilis “Goodbye Everest”
Kancah musik alternatif ibu kota kembali mendapat suntikan energi segar. Unit alt-pop/rock asal Jakarta, mpq, resmi melepas amunisi terbarunya bertajuk “Goodbye Everest”. Tak tanggung-tanggung, untuk memberikan impresi yang mendalam, mereka menggandeng Nabila Hanina—sosok familiar yang dikenal lewat perannya sebagai gitaris dan vokalis unit shoegaze/indie-pop Seaside serta pemain bas pendukung untuk Biru Baru.
Rilisan ini bukan sekadar nomor tunggal biasa. “Goodbye Everest” diposisikan sebagai jembatan penutup sekaligus cerminan paling krusial sebelum mpq melepas album penuh kedua mereka yang dijadwalkan mendarat pada 23 Oktober mendatang. Langkah ini melengkapi kepingan teka-teki yang sebelumnya telah diawali oleh dua single pemantik, yakni “Not For Anyone Else” dan “Someplace Sometime Somehow”.
Metafora Beban Hidup dan Eksplorasi Spektrum Musikal
Secara tematik, “Goodbye Everest” mengeksplorasi narasi yang cukup personal namun universal. Menggunakan puncak tertinggi di dunia sebagai simbol, lagu ini berbicara tentang keberanian untuk mengambil tindakan sebelum segalanya terlambat. Sang penulis lagu, Daniel Hasudungan, menyunting gagasan bahwa setiap individu memiliki ‘Everest’ atau beban besarnya masing-masing.
“Lagu ini sebenarnya tentang gotta act before it’s too late buat menyelamatkan apa pun itu karena tiap orang punya Everest-nya masing-masing, bisa relationship, rumah tangga, karier, dan gue menggambarkannya ada state of the world juga di situ,” ungkap Daniel Hasudungan menjelaskan kedalaman makna di balik liriknya.
Kehadiran Nabila Hanina memberikan dimensi tekstur vokal yang menyegarkan, melebur apik dengan karakter musikalitas mpq yang diusung oleh Alit Djarot (vokal/kibor), Abram Dionisius (gitar), Daniel Hasudungan (gitar), Rakaputra (bas), dan Rakha Suryandaru (drum). Kombinasi ini melahirkan lapisan gitar yang tebal, atmosferik, namun tetap dibalut harmoni dramatis yang memikat.
Konsistensi Jejak Langkah mpq di Industri Kreatif
Tumbuh dari skena kampus di Jakarta sejak 2016, mpq terus menunjukkan grafik pendewasaan dalam berkarya. Rekam jejak mereka mencatatkan pencapaian impresif sejak album debut Di Dalam Rebahan (2019) yang berhasil masuk dalam nominasi Artwork Album Terbaik AMI Awards 2019. Portofolio mereka semakin solid lewat nomor-nomor seperti “Siar”, “Intruder”, hingga “Musim Baru”—yang bahkan terpilih menjadi lagu tema film pendek Autosave dan ditayangkan di New York Asian Film Festival.
Dengan hadirnya “Goodbye Everest”, yang juga telah dilengkapi dengan sajian visual berupa video lirik di kanal digital mereka, mpq berhasil membuktikan konsistensi mereka dalam meracik musik pop-rock alternatif yang cerdas, relevan, dan kaya akan narasi sosio-emosional. Sesuatu yang kian mempertegas ekspektasi tinggi menyambut album penuh kedua mereka nantinya.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post