TASHKENT — Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Uzbekistan terus menunjukkan tren positif yang signifikan. Berakar dari kedekatan sejarah dan ikatan spiritual yang kuat, kedua negara kini melangkah lebih jauh untuk memperkuat kemitraan strategis di sektor ekonomi, perdagangan, hingga pariwisata religi.
Sinyal penguatan kerja sama bilateral ini ditegaskan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, saat bertemu dengan Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan, Laziz Kudratov. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di tengah suasana hangat resepsi diplomatik peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Tashkent.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Siti menekankan bahwa warisan pemikiran Imam Bukhari bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan simbol persahabatan abadi yang menjadi fondasi kokoh bagi kemitraan kedua negara di era modern.
Jejak Historis 70 Tahun dan Diplomasi Islam Moderat
Hubungan spiritual dan budaya antara Nusantara dan Asia Tengah sejatinya telah terjalin sejak abad ke-14. Kala itu, para cendekiawan Muslim dari Samarkand membawa dan menyebarkan ajaran Imam Bukhari ke Nusantara. Nilai-nilai Islam moderat yang diwariskan sang perawi hadis ternama tersebut dinilai sangat selaras dengan jati diri bangsa Indonesia.
Kedekatan historis ini kian mengakar kuat saat Presiden pertama RI, Soekarno, melakukan kunjungan bersejarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan pada 4–6 September 1956. Kunjungan Bung Karno tersebut dicatat dalam sejarah sebagai kunjungan kepala negara asing pertama ke wilayah Uzbekistan.
“Tahun ini menandai 70 tahun sejak Presiden Soekarno berkunjung ke Uzbekistan pada September 1956. Peristiwa bersejarah itu diakui sebagai kunjungan seorang kepala negara pertama ke Uzbekistan,” ujar Dubes Siti Ruhaini.
Menurutnya, warisan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang moderat tersebut tidak hanya menginspirasi para pendiri bangsa dalam merumuskan Indonesia sebagai negara modern dan demokratis, tetapi juga menjadi modal diplomasi yang sangat berharga untuk memperluas hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).
Pertumbuhan Ekonomi dan Melonjaknya Wisata Religi
Kedekatan emosional dan sejarah tersebut terbukti memberikan dampak konkret pada sektor perekonomian. Berdasarkan data ekonomi terbaru, nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Uzbekistan berhasil menembus angka 123 juta dolar AS pada periode Januari hingga Juli 2026. Capaian ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sektor pariwisata juga menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, jumlah wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan mencapai 7.533 orang, atau melonjak drastis hingga 65,5 persen secara tahunan (year-on-year).
Tren positif ini didorong oleh makin tingginya minat masyarakat Indonesia yang menjadikan Uzbekistan sebagai destinasi persinggahan favorit (transit destination) setelah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Daya tarik ini kian kuat seiring rampungnya pemugaran dan beroperasinya kembali Kompleks Makam Imam Bukhari secara penuh.
Mendorong Jalur Penerbangan Langsung Tashkent-Indonesia
Melihat tingginya animo masyarakat dan potensi ekonomi yang besar, Pemerintah Indonesia terus mendorong optimalisasi konektivitas udara antar-kedua negara. Salah satu langkah strategis yang tengah diupayakan adalah pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Tashkent secara langsung dengan Jakarta dan Denpasar, Bali.
Pembukaan konektivitas udara secara langsung ini diyakini akan menjadi pendorong utama (game changer) dalam memangkas waktu tempuh, meningkatkan volume perdagangan, serta memobilisasi arus wisatawan dan pelaku usaha dari kedua belah pihak.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tashkent optimistis bahwa penguatan hubungan multisektoral yang berlandaskan akar sejarah dan budaya ini akan membawa dampak ekonomi yang inklusif serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post