Ketika Distorsi Punk dan Satir Politik Menembus Layar Kaca
Kreativitas unit punk-rock asal Bandung, Dongker, tampaknya tak pernah benar-benar memiliki batas. Setelah sukses menghentak skena musik independen lewat album penuh mereka yang bertajuk Melankolia Radikal, trio ini kembali membuat kejutan segar. Kali ini, amarah musikal dan satir sosial yang biasa mereka muntahkan di atas panggung diresapi ke dalam medium baru: sebuah gim komputer bergenre roguelite beat ’em up berjudul Dongker vs The Ratocrats.
Gim ini merupakan buah kolaborasi lanjutan antara Dongker dengan pengembang gim independen, Inner Sight Games. Langkah ini membuktikan bahwa eksperimentasi kultur pop hari ini tak lagi tersekat dalam rilisan fisik atau panggung tur semata, melainkan mampu melebur secara mutakhir ke dalam industri kreatif digital.
Ratpublic: Dunia Fiktif yang Terasa Terlalu Nyata
Mengambil latar di sebuah negara fiktif bernama Ratpublic, pemain akan disuguhi distopia yang dikuasai oleh para politisi tikus, robot aparat represif, hingga goblin birokrat. Di tengah kekacauan tersebut, sosok Dollar—maskot ikonik Dongker—tampil sebagai lakon utama yang mampu bertransformasi menjadi robot raksasa atau mecha untuk merobohkan simbol-simbol kekuasaan rezim korup.
Tak hanya sekadar menjual konsep pertarungan visual, ketiga personel Dongker—Delpi, Arno, dan Dzikrie—dileburkan langsung ke dalam mekanik permainan sebagai pilihan pilot mecha dengan gaya bertarung yang unik:
- Gitaris: Mengandalkan serangan cakar super cepat dan perisai energi.
- Vokalis: Memanfaatkan amunisi gelombang kejut dari lolongan vokal serta serangan gigitan mematikan.
- Drummer: Menjadi mengeksekutor berdaya ledak tinggi dengan kombinasi pukulan berat dan serangan berbasis bor.
Gaya permainan yang intens ini membawa pemain melintasi distrik-distrik kumuh, kawasan pemerintahan, hingga bangunan politik ikonik di Ratpublic sembari menerjang barisan unit antihuru-hara dan mesin pengawas dystopian.
Riff Gitar ‘Melankolia Radikal’ dalam Format Instrumental 8-Bit
Bagi penikmat aspek musikalitas, daya tarik utama gim ini tentu terletak pada tata suaranya. Seluruh trek pertarungan diiringi oleh gubahan instrumental dari 11 nomor yang bersemayam di album Melankolia Radikal. Album yang sebelumnya dilepas di bawah bendera Greedy Dust Records tersebut memiliki deretan amunisi lagu seperti “Takbir Terdengar Kejam”, “Lautan Bunga Warna Terang”, hingga “Lagu Selepas Hujan”.
Transformasi aransemen lagu dari distorsi gitar mentah menjadi trek instrumental pengiring pertarungan ini memberikan dimensi baru bagi pendengar. Musik Dongker tak sekadar menjadi latar belakang, melainkan menjadi penentu ritme adrenaline dan penguat narasi perlawanan di dalam gim.
Evolusi Eksperimen Kultur Pop
Sebelum menggarap proyek ambisius ini, Dongker dan Inner Sight Games sebenarnya telah mencuri perhatian lewat Dongker Beats, sebuah gim ritme bergaya 8-bit untuk perangkat seluler. Kehadiran Dongker vs The Ratocrats yang kini sedang disiapkan untuk platform PC via Steam menandai tingkatan baru dalam perjalanan ekspresi artistik mereka.
Meski tanggal peluncuran resminya masih disimpan rapat, proyek ini menjadi angin segar yang membuktikan bahwa musik independen Tanah Air memiliki potensi besar untuk terus berevolusi dan melintas batas media visual interaktif.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post