Eskalasi konflik di Yaman kembali memanas setelah kelompok Houthi mengklaim bahwa koalisi militer pimpinan Arab Saudi telah melancarkan sedikitnya 760 serangan udara sejak intensifikasi gempuran dimulai. Ketegangan ini memicu ancaman balasan sengit dari pihak Yaman yang menegaskan tidak akan tinggal diam atas serangan yang menyasar wilayah-wilayah strategis dan pemukiman sipil.
Intensitas Gempuran Udara dan Wilayah Terdampak
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, jet tempur F-15 dan Eurofighter Typhoon milik Arab Saudi telah melakukan 28 kali serangan udara. Operasi udara tersebut diketahui bertolak dari Pangkalan Udara Khamis Mushait dan Taif.
Serangan udara tersebut menghantam sejumlah titik vital di beberapa provinsi, meliputi Ta’iz, al-Jawf, hingga Ma’rib. Rangkaian gempuran teranyar ini secara signifikan menambah catatan total agresi udara yang dilancarkan pihak koalisi menjadi 760 kali sejak gelombang eskalasi terbaru pecah.
Ancaman Balasan Balasan dan Sanggahan Klaim Makkah
Menanggapi gempuran yang terus berlanjut, Juru Bicara Pemerintah Sanaa, Omar Al-Bukaiti, menyampaikan peringatan keras kepada pemerintah di Riyadh. Ia menegaskan bahwa aksi militer yang terus menargetkan infrastruktur dan sasaran sipil, termasuk di ibu kota Sana’a, merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap kedaulatan wilayah Yaman.
“Serangan berkelanjutan Arab Saudi akan membawa konsekuensi berat bagi Riyadh,” ujar Omar Al-Bukaiti. Ia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Yaman siap merespons dengan seluruh kapasitas militer terkuat untuk melumpuhkan target-target strategis di wilayah Saudi guna menghentikan agresi lebih lanjut.
Dalam kesempatan yang sama, Al-Bukaiti juga membantah keras tuduhan yang dilayangkan pihak Saudi mengenai klaim serangan pasukan Yaman ke Kota Suci Makkah. Pihaknya mengandaskan tuduhan tersebut dan menyatakannya sebagai propaganda tidak berdasar.
Dinamika Jalur Laut dan Pergeseran Kendali Wilayah Strategis
Di tengah gempuran udara yang meluas, peta kekuatan di jalur darat dan pesisir justru menunjukkan pergerakan signifikan. Kelompok Houthi mengklaim telah berhasil menguasai Gunung al-Aghbarah di Provinsi Lahij, sebuah titik topografi krusial yang menghadap langsung ke jalur pelayaran internasional Selat Bab al-Mandab.
Selain keberhasilan di sektor ketinggian tersebut, pasukan Houthi dilaporkan berhasil memukul mundur kelompok bersenjata lokal yang didukung Arab Saudi dari sejumlah area pesisir. Keberhasilan ini mencakup penguasaan kembali kawasan sekitar pelabuhan strategis al-Mokha serta beberapa pulau di sekitarnya, yang semakin memperkuat kendali mereka atas jalur maritim vital di wilayah tersebut.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post