Gema Milan Fashion Week: Kala Rok dan Estetika Lingerie Mendominasi Panggung Mode
Pekan mode dunia baru saja menutup tirai di Milan, menyisakan jejak estetika yang mendalam bagi para pecinta gaya hidup dan pemerhati tren. Simon Longland, sosok kunci di balik kurasi busana Harrods, memberikan pandangan tajamnya mengenai gelaran Milan Fashion Week musim ini. Baginya, panggung mode Italia tahun ini bukan sekadar pameran busana, melainkan sebuah perayaan atas konsistensi dan kemahiran tangan para artisan di balik layar.
Nama-nama besar seperti Bottega Veneta, Prada, Fendi, hingga Loro Piana berhasil mencuri perhatian Longland. Ia secara khusus menyoroti presentasi Loro Piana yang mengambil latar megah di Biblioteca Nazionale Braidense, Palazzo di Brera. Ruang bersejarah tersebut memberikan dimensi baru yang magis bagi koleksi yang ditampilkan, menciptakan harmoni yang tak terlupakan di tengah hiruk-pikuk pekan mode.
Revolusi Rok: Menggeser Dominasi Gaun
Jika musim-musim sebelumnya gaun menjadi primadona, maka Milan Fashion Week kali ini membawa angin segar dengan menempatkan rok sebagai pusat perhatian. Longland mencatat bahwa pesan ini sangat kuat digaungkan oleh Prada dan kemudian diikuti oleh hampir seluruh perancang di panggung runway.
Tren ini hadir dalam berbagai interpretasi; mulai dari potongan pencil skirt yang tegas, lipit (pleated) yang dinamis, hingga variasi panjang dari mini hingga selutut. Material yang digunakan pun sangat beragam, mengeksplorasi kontras antara bahan transparan yang ringan hingga kulit yang berkarakter. Bagi Longland, rok dan padu padan busana terpisah (separates) kini jauh lebih mendominasi dibandingkan gaun terusan.
Sentuhan Lingerie dan Transparansi yang Berani
Melengkapi tren rok, atasan yang mendampinginya pun mengalami pergeseran gaya yang cukup berani. Penggunaan bra sebagai atasan utama kini menjadi pemandangan lumrah. Estetika yang terinspirasi dari lingerie menjadi napas utama koleksi musim ini, dengan dominasi material renda, sutra, dan satin yang memberikan kesan feminin sekaligus provokatif.
Tren ini berlanjut pada gaya ‘barely there’ yang mengeksplorasi kain transparan dan tipis. Tidak hanya untuk busana malam, material transparan kini diaplikasikan pada potongan busana formal dan tailoring. Untuk menyeimbangkan kesan lembut tersebut, para desainer menghadirkan struktur tailoring yang kuat, seperti jaket dan mantel dengan potongan boxy atau pas badan yang presisi.
Palet Warna dan Must-Have Item
Dalam ranah warna, Milan menyajikan dua kutub yang kontras. Koleksi musim ini terbagi menjadi dua kubu: palet warna netral dan hitam yang elegan dengan sentuhan warna minimalis, atau ledakan warna-warni serta motif yang meriah. Ketika ditanya mengenai satu barang yang wajib dimiliki, Longland dengan mantap memilih rok berhiaskan permata dari Prada sebagai investasi gaya yang paling ikonik.
Secara keseluruhan, Milan Fashion Week kali ini menegaskan bahwa dunia mode Italia tidak perlu selalu bergantung pada kejutan besar. Fokus pada elaborasi kode desain yang sudah mapan, dipadukan dengan dedikasi tinggi pada kerajinan tangan (craftsmanship) di setiap atelier, terbukti mampu menghasilkan karya-karya yang tetap memikat dan relevan bagi gaya hidup modern.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post