Panggung Paris Fashion Week kembali bergetar lewat perhelatan busana yang memikat mata dan mengunggah selera seni para pencinta mode dunia. Pada helatan Musim Semi/Musim Panas 2027 kali ini, dua rumah mode ternama menghadirkan gebrakan visual yang memukau: Courrèges yang menyambut era baru di bawah kepemimpinan kreatif anyar, serta Dries Van Noten yang menyuguhkan eksplorasi glamor penuh nostalgia khas layar lebar.
Nostalgia Warna dan Kebangkitan Estetika Era 60-an di Runway Courrèges
Ajang peragaan busana di Palais de Tokyo menjadi saksi bisu debut megah Drew Henry sebagai Direktur Artistik baru Courrèges. Mengambil alih estafet kepemimpinan dari Nicolas di Felice, Henry memilih untuk melakukan manuver kreatif yang berani dengan mengembalikan rumah mode Prancis ini ke akar historisnya.
Meninggalkan siluet gaun malam skulptural yang ketat dan misterius yang identik dengan era sebelumnya, Henry menghadirkan 46 ansambel yang sarat akan warna dan kebebasan bergaya. Palet warna cerah mendominasi panggung runway—mulai dari jingga aprikot yang menyala, merah menyala, kuning kanari, hijau chartreuse, hingga biru muda dan navy. Permainan logo pun kembali ditonjolkan secara berani melalui kalung, gelang, hingga plakat terukir pada saku dan kerah busana.
Koleksi ini berfokus pada busana harian bernuansa santai namun tetap elegan. Sabuk dipasang longgar, jaket tanpa lengan dipadukan dengan leher pakaian yang kasual, serta gaun bermotif maskulin yang dipadukan dengan sweater semi-potong (cropped jumper). Henry juga menampilkan eksperimen berani seperti celana berbahan handuk, jumpsuit rajut, hingga detail kancing tekan di bagian pergelangan kaki.
“Koleksi ini merayakan kenikmatan berpakaian secara bebas, tanpa harus memberikan pembenaran,” ujar Drew Henry menegaskan visi barunya.
Sentuhan retro era 1960-an semakin terpancar lewat penggunaan material busa ringan berstruktur datar dengan detail garis 3D, kancing bulat putih, serta aksesori ikonis. Topi berbahan PVC khas label ini hadir dalam bentuk konseptual yang bervolume, melengkapi kacamata hitam bergaya disko dan sepatu kulit berwarna kurasi tinggi yang menuai tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Dries Van Noten: Teatrikal Layar Lebar dan Romantisme Technicolor
Sementara itu, di bawah kemegahan struktur besi Carreau du Temple, Julian Klausner membuktikan kepiawaiannya mengolah warisan estetika rumah mode Dries Van Noten. Mengambil inspirasi dari glamor sinematik Hollywood klasik era 1950-an dan 1960-an, Klausner menyajikan narasi fiksi yang diwujudkan dalam deretan busana kaya tekstur.
“Kami membayangkan film-film yang tidak pernah ada dan membuat poster untuk film tersebut. Sebuah tontonan akbar dalam format Technicolor,” ungkap Klausner mengenai inspirasi koleksinya.
Eksplorasi motif menjadi bintang utama dalam peragaan ini. Cetakan berbentuk poster film fiksi hadir membalut gaun sutra anggun, rok sarung, dan pareo bervolume. Motif kulit ular berwarna hitam-emas serta corak leopard dipadukan secara berani dengan bahan transparansi tinggi seperti organza sutra, menciptakan ilusi visual yang dinamis saat para model melangkah di panggung runway.
Sisi glamor koleksi ini semakin diperkuat dengan taburan kristal dan manik-manik mengkilap. Bintang-bintang berukuran besar menghiasi bagian belakang mantel ringan, sementara bros kristal bertengger anggun di bahu dan pinggang untuk memberikan volume pada gaun. Di akhir peragaan, gaun-gaun malam bertabur rumbai-rumbai berkilau (tassels) multiwarna tampil memukau, menawarkan siluet sempurna untuk acara pesta gala.
Koleksi ini ditutup dengan keharmonisan elemen aksesori, mulai dari sepatu hak kayu berhias detail berkilau hingga sarung tangan kulit yang dipadukan secara presisi dengan lini tas berukuran mikro hingga makro. Kombinasi gaya yang tajam dan permainan asimetri yang terukur membuktikan kepiawaian Klausner dalam menjaga denyut keanggunan high fashion yang selalu dinanti para pengamat mode internasional.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post