Inovasi Produk Cuka Buah Batu Tembus Pasar Luar Negeri Melalui Jalur Digital
KOTA BATU – Berawal dari keresahan atas melimpahnya hasil panen lemon yang memicu anjloknya harga di tingkat petani, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Batu berhasil menemukan solusi cerdas. Melalui bendera Petani Lemon Jaya yang berbasis di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, kelimpahan komoditas hortikultura lokal kini disulap menjadi produk olahan cuka buah bernilai ekonomi tinggi yang sukses menembus pasar internasional.
Strategi pemasaran berbasis digital menjadi kunci utama lompatan bisnis yang dirintis sejak tahun 2022 ini. Tak sekadar bertahan di pasar domestik, produk olahan cuka buah khas Agrowisata Batu tersebut kini telah melintasi batas negara dan diminati oleh konsumen mancanegara, salah satunya dari Malaysia.
Berawal dari Anjloknya Harga Panen Lemon Lokal
Pemilik Petani Lemon Jaya, Nizar Hilmi, menceritakan bahwa langkah hilirisasi ini murni didasari oleh kondisi riil yang dihadapi para petani di lapangan. Melimpahnya pasokan buah segar yang tidak terserap optimal oleh pasar kerap membuat harga jual melonjak turun dan merugikan para pembudidaya.
“Waktu itu lemon lagi banyak-banyaknya dan susah jualnya. Dari pada terbuang, terus kita coba olah sendiri dan memberanikan diri untuk menjualnya secara online,” ujar Nizar pada Jumat (9/10/2026).
Usaha yang bermula dari eksperimen sederhana tersebut kini telah berkembang pesat. Petani Lemon Jaya tidak hanya mengolah lemon, tetapi juga mengekspansi varian cuka buah berbahan dasar apel Batu, nanas, kurma, hingga stroberi. Seluruh bahan baku dipasok langsung dari rantai pasok petani lokal di wilayah Kota Batu guna menjamin kesegaran mutu sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi kerakyatan.
Dalam satu siklus produksi, kapasitas olah UMKM ini mampu menyerap sekitar dua ton buah segar yang kemudian diekstrak menjadi sekitar 1.000 liter cuka buah siap kemas.
Pemkot Batu Dorong Hilirisasi Pertanian dan Legalitas Usaha
Keberhasilan inovasi ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Kota Batu. Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pola pengolahan hasil panen menjadi produk turunan (hilirisasi) merupakan strategi krusial dalam menjaga stabilitas harga komoditas pertanian daerah.
“Di samping dijual segar ke pasar tradisional maupun modern, buah-buahan ini diolah sehingga memiliki nilai tambah tinggi. Langkah ini sangat efektif agar tidak ada lagi hasil panen petani yang terbuang sia-sia saat terjadi overproduksi,” tegas Nurochman.
Guna memperkuat daya saing UMKM lokal, Pemkot Batu melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) secara konsisten memberikan pendampingan komprehensif dari hulu ke hilir. Bimbingan meliputi standarisasi penataan ruang produksi, penyempurnaan desain kemasan, hingga fasilitasi legalitas vital seperti sertifikasi halal dan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk seluruh varian produk.
Selain penguatan dari sisi legalitas dan higienitas produksi, para pelaku UMKM di Kota Batu juga dibekali pelatihan intensif terkait strategi digital marketing modern, termasuk pemanfaatan fitur live commerce di berbagai platform media sosial. Langkah sistematis ini diharapkan mampu memicu lahirnya produk-produk olahan lokal baru asal Malang Raya yang siap bersaing di kancah global.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post