Skip to main content

Malang Today

Malang Today
Beauty Fashion Music Malang
SEP 9, 2026
-- : --
⛅ 27°C
Dari ‘JP Coen Plein’ Hingga Tugu Kemerdekaan: Metamorfosis Alun-Alun Bundar Kebanggaan Arek Malang/Dari Ruang Kelas Sederhana Hingga Kampus Raksasa: Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Universitas Brawijaya/Reshuffle Kabinet Prabowo Pacu Penguatan Industri, Energi, dan Diplomasi Global/Segudang Pengalaman Komjen Herimen Diuji Lewat Tugas Berat Pimpin Baharkam Polri/Krisis Air di Tempur Pagak Malang, Gubernur Jatim Turun Tangan Salurkan Bantuan Air Bersih/Karyawan Bagian Keamanan Resign dan Sebut Budaya Kerja OpenAI Rusak/MUFG Bank Lepas Saham ADMF, Kepemilikan di Adira Finance Menyusut/Supertanker Pelanggar Aturan Terbakar Usai Dihantam di Selat Hormuz/Lisaboy Gaya Cantika Unjuk Solusi Kemasan Kosmetik Inovatif di Cosmobeauté 2026/Kemitraan Iklim Inggris-Indonesia Hadirkan Irigasi Tenaga Surya di Kawasan Danau Toba/Kapolri Pimpin Sertijab Pati Polri Usai Resmi Terbitkan Surat Mutasi/Sabet Kemenangan Perdana di UEFA Nations League, Pelatih Wales Sanjung Setinggi Langit Mental Skuad The Dragons/Diperintah Pemerintah India, Aplikasi Bitchat Milik Jack Dorsey Lenyap dari App Store/G7 Sepakat Lepas Cadangan Minyak Darurat demi Redam Lonjakan Harga Bahan Bakar Global/成都 Pikat Wisatawan Asing Lewat Budaya Digital dan Wisata Salju Sepanjang Tahun/
Dari ‘JP Coen Plein’ Hingga Tugu Kemerdekaan: Metamorfosis Alun-Alun Bundar Kebanggaan Arek Malang/Dari Ruang Kelas Sederhana Hingga Kampus Raksasa: Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Universitas Brawijaya/Reshuffle Kabinet Prabowo Pacu Penguatan Industri, Energi, dan Diplomasi Global/Segudang Pengalaman Komjen Herimen Diuji Lewat Tugas Berat Pimpin Baharkam Polri/Krisis Air di Tempur Pagak Malang, Gubernur Jatim Turun Tangan Salurkan Bantuan Air Bersih/Karyawan Bagian Keamanan Resign dan Sebut Budaya Kerja OpenAI Rusak/MUFG Bank Lepas Saham ADMF, Kepemilikan di Adira Finance Menyusut/Supertanker Pelanggar Aturan Terbakar Usai Dihantam di Selat Hormuz/Lisaboy Gaya Cantika Unjuk Solusi Kemasan Kosmetik Inovatif di Cosmobeauté 2026/Kemitraan Iklim Inggris-Indonesia Hadirkan Irigasi Tenaga Surya di Kawasan Danau Toba/Kapolri Pimpin Sertijab Pati Polri Usai Resmi Terbitkan Surat Mutasi/Sabet Kemenangan Perdana di UEFA Nations League, Pelatih Wales Sanjung Setinggi Langit Mental Skuad The Dragons/Diperintah Pemerintah India, Aplikasi Bitchat Milik Jack Dorsey Lenyap dari App Store/G7 Sepakat Lepas Cadangan Minyak Darurat demi Redam Lonjakan Harga Bahan Bakar Global/成都 Pikat Wisatawan Asing Lewat Budaya Digital dan Wisata Salju Sepanjang Tahun/

All Categories / Semua Kategori

Malang Beauty Fashion Music Technology Politic Celebrity Entertain Place to Go Astrology

Dari ‘JP Coen Plein’ Hingga Tugu Kemerdekaan: Metamorfosis Alun-Alun Bundar Kebanggaan Arek Malang

by Malang Today
October 4, 2026
Metamorfosis Alun Alun Bundar Kebanggaan Arek Malang

Metamorfosis Alun Alun Bundar Kebanggaan Arek Malang

Promo Hujan Bonus Fiberzone #Internetcepatindonesia

Setiap kali melintas di depan Balai Kota Malang, mata kita dimanjakan oleh hamparan teratai merekah di dalam kolam melingkar, dikelilingi rindangnya pepohonan, serta sebuah tugu meruncing yang berdiri gagah di tengahnya. Alun-Alun Tugu—atau yang akrab disapa Alun-Alun Bundar—kini menjadi landmark paling ikonis sekaligus jantung administrasi Kota Malang.

Namun, lanskap anggun ini menyimpan kisah transformasi yang dramatis. Lahir dari ambisi kolonial yang diskriminatif, taman melingkar ini berdarah-darah mempertahankan keberadaannya hingga bertransformasi menjadi monumen pahlawan pembawa pesan kemerdekaan.

1. Masa Kolonial (1920–1945): Ambisi ‘JP Coen Plein’ dan Rencana Thomas Karsten

Sejarah Alun-Alun Tugu bermula setelah Malang ditetapkan sebagai kotapraja mandiri (Gemeente) pada tahun 1914. Pemerintah Hindia Belanda saat itu meluncurkan rencana tata ruang kota berskala besar yang dikenal sebagai Bouwplan II.

Dalam kacamata pemerintah kolonial, Alun-Alun lama (Alun-Alun Merdeka) dianggap terlalu “bernuansa pribumi” karena posisinya yang berhadapan dengan Masjid Jami’ dan pemukiman warga lokal. Untuk mengukuhkan gengsi kekuasaan Barat, dirancanglah sebuah alun-alun baru berkonsep modern bergaya Eropa.

  • Sentuhan Arsitek Thomas Karsten: Pada tahun 1920, penataan ruang kawasan ini diserahkan kepada ir. Thomas Karsten, arsitek ternama Belanda yang merancang alun-alun ini berbentuk lingkaran sempurna (Alun-Alun Bunder).

  • Nama Penghormatan Kolonial: Taman ini dinamai JP Coen Plein, mengabadikan nama Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang legendaris.

  • Desain Awal: Arsip foto udara era kolonial memperlihatkan bahwa pada mulanya taman ini sangat sederhana—hanya hamparan rumput melingkar tanpa tugu di tengahnya, tanpa kolam teratai, dan tanpa pagar pembatas. Taman ini menjadi poros utama yang menghubungkan Stasiun Kereta Api Malang, Balai Kota (Stadhuis), dan kawasan perumahan elit di barat kota.

2. Masa Perjuangan (1946–1953): Tugu Kemerdekaan yang Dihancurkan dan Bangkit Kembali

Pasca-proklamasi kemerdekaan Indonesia, fungsi dan identitas taman bergaya Eropa ini dirombak total oleh rakyat Malang. JP Coen Plein dinasionalisasi menjadi panggung simbol perlawanan terhadap penjajah.

  • Peletakan Batu Pertama oleh Bung Karno (1946): Tepat setahun setelah kemerdekaan pada 17 Agustus 1946, Presiden Soekarno hadir langsung di Malang untuk meletakkan batu pertama pembangunan Tugu Kemerdekaan di tengah Alun-Alun Bundar.

  • Dihancurkan Agresi Militer Belanda (1948): Saat meletus Agresi Militer Belanda I dan peristiwa Malang Bumi Hangus, pasukan Belanda yang berhasil menduduki kota dibuat gusar oleh tugu yang hampir rampung (95%). Pada 23 Desember 1948, tentara Belanda menghancurkan tugu tersebut hingga berantakan sebagai bentuk pelampiasan atas perlawanan sengit para pejuang Arek Malang.

  • Peresmian Kembali (1953): Setelah kedaulatan Indonesia diakui penuh, tugu ini dibangun kembali pada tahun 1952. Pada 20 Mei 1953 (bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional), Presiden Soekarno kembali meresmikan Tugu Kemerdekaan diiringi sorak-sorai ribuan warga Malang.

3. Pesan Rahasia di Balik Arsitektur Tugu Kemerdekaan

Tugu yang berdiri megah di atas kolam teratai saat ini bukan sekadar ornamen estetis kota, melainkan sebuah prasasti sejarah yang sarat makna simbolis:

  • Bambu Runcing (Puncak Tugu): Bentuk puncaknya yang meruncing menggambarkan bambu runcing, senjata bersahaja namun mematikan yang digunakan rakyat saat mengusir penjajah.

  • Rantai Baja: Melingkari bagian dasar tugu sebagai lambang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang erat tak terpisahkan.

  • Sandi Tanggal Kemerdekaan (17-8-1945):

    • Tangga pelataran memiliki 4 dan 5 sudut (melambangkan tahun 1945).

    • Bentuk bintang memiliki 8 tingkatan (melambangkan bulan Agustus).

    • Pondasi tugu terdiri dari 17 fondasi berlapis (melambangkan tanggal 17).

  • Kolam Teratai Merah-Putih: Teratai yang mekar di sekeliling tugu mencerminkan kesucian dan keberanian, selaras dengan sang saka Merah Putih.

Sejak tahun 1970, siluet Tugu Kemerdekaan dan Alun-Alun Bundar secara resmi diserap menjadi bagian utama dari logo/lambang resmi Pemerintah Kota Malang. Perjalanan panjang dari JP Coen Plein menuju Alun-Alun Tugu membuktikan bagaimana sebuah ruang publik mampu melepas cengkeraman sejarah kolonial dan bertransformasi menjadi monumen kebanggaan warga.

Logo Malang Today
Malang Today

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.

Related Posts

Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Universitas Brawijaya

Dari Ruang Kelas Sederhana Hingga Kampus Raksasa: Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Universitas Brawijaya

by Malang Today
October 4, 2026

Setiap kali melintas di Jalan Veteran, mata kita disambut oleh deretan gedung bertingkat, gerbang-gerbang megah, serta riuhnya ribuan mahasiswa dari...

Masjid Agung Jami’ Malang

Menelusuri Lorong Waktu Malang Raya: Dari Denyut Niaga Pecinan Hingga Harmoni Catur Gatra di Alun-Alun Merdeka

by Malang Today
September 27, 2026

Malang bukan sekadar kota yang tumbuh dari peta perencanaan wilayah; ia adalah sebuah bentang narasi yang hidup. Setiap sudut jalannya...

Menelusuri Kajoetangan Jejak 'winkelstraat' Elit Hindia Belanda Yang Menolak Padam Di Jantung Malang

Menelusuri Kajoetangan: Jejak ‘Winkelstraat’ Elit Hindia Belanda yang Menolak Padam di Jantung Malang

by Malang Today
September 26, 2026

Setiap kali melangkahkan kaki di sepanjang pedestrian Jalan Basuki Rahmat, bayangan riuh pertunjukan musik jalanan dan pendar lampu jalan bergaya...

Menilik Zwembad Gajayana, Dulu Tempat Plesir Elit Kolonial, Kini Kawah Candradimuka Atlet Malang

Menilik Zwembad Gajayana: Dulu Tempat Plesir Elit Kolonial, Kini Kawah Candradimuka Atlet Malang

by Malang Today
September 10, 2026

Bagi warga Kota Malang modern, kawasan Gajayana mungkin identik dengan kemacetan jalanan pusat kota, riuhnya pusat perbelanjaan Mall Olympic Garden...

Discussion about this post

View this post on Instagram

A post shared by SIGNATUREÈ MUSIC FESTIVAL (@signaturee.festival)

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

ABOUT US

EDITORIAL

CYBER MEDIA GUIDELINES

DISCLAIMER

Logo Square MLGTDY 1

CONTACT US

CYBER MEDIA GUIDELINES

ABOUT US

DISCLAIMER

EDITORIAL

imunify-bot-check 6685
No Result
View All Result
  • Buy JNews
  • Place to gos

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.