Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan 5–9 Oktober 2026 dicatat mendapat topangan kuat dari sejumlah saham lintas sektor. Data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi terdapat 10 saham movers utama yang menjadi pendorong terbesar penguatan indeks, dengan kontribusi signifikan dari emiten telekomunikasi, konglomerasi, hingga komoditas tambang.
MORA dan ASII Memimpin Barisan Penggerak Indeks
Di posisi puncak, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) tampil sebagai penopang utama IHSG pekan ini. Emiten infrastruktur telekomunikasi tersebut mencatatkan lonjakan harga hingga 11,8%, yang menyumbang 9,24 poin terhadap indeks. Raihan ini didukung nilai kapitalisasi pasar saham publik (market capitalization free float/MCFF) MORA yang mencapai Rp 37,67 triliun.
Menempel ketat di posisi kedua, emiten konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang akumulasi 7,7 poin bagi IHSG. Saham ASII menguat 4,1% dengan bobot MCFF sebesar Rp 84,6 triliun. Sementara itu, emiten tambang tembaga dan emas PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berada di urutan ketiga dengan kontribusi 6,4 poin, didorong kenaikan harga 4,01% dan MCFF bernilai Rp 72,7 triliun.
Sektor Telekomunikasi, Tambang, dan Perbankan Jaga Momentum
Kinerja positif juga ditopang oleh emiten BUMN telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), yang turut mengontribusikan 6,4 poin ke indeks. Saham TLKM terapresiasi 3,1% dengan nilai kapitalisasi pasar free float mencapai Rp 92,5 triliun.
Sektor komoditas dan energi turut unjuk gigi melalui performa PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Saham EMAS menyumbang 3,7 poin berkat kenaikan 5,19% (MCFF Rp 32,4 triliun), sedangkan BRMS menopang 3,3 poin lewat penguatan harga 3,5% (MCFF Rp 42,6 triliun).
Dari industri perbankan dan ritel modern, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan sumbangsih 2,9 poin bagi IHSG. Meskipun harga sahamnya menguat tipis 0,65%, BBRI memegang bobot MCFF jumbo terbesar di antara jajaran penggerak, yakni mencapai Rp 197,8 triliun. Di sisi lain, saham teknologi-e-commerce PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) memimpin lonjakan harga persentase tertinggi sebesar 13,9%, menyumbang 2,7 poin dengan MCFF Rp 9,6 triliun.
Melengkapi jajaran sepuluh besar penggerak indeks pekan ini, emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan emiten tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) masing-masing memberikan kontribusi sebesar 2,4 poin. KLBF mencatatkan lonjakan harga 8,28% (MCFF Rp 14 triliun), sementara MDKA tumbuh 3,16% dengan MCFF sebesar Rp 34,4 triliun.

Malang Today, lifestyle news and magazine platform that covers mix of Malang Society and Culture style with fresh and Update.











Discussion about this post